THR ASN 2026 Mulai Cair! Rp3,12 Triliun Sudah Dibayarkan, Tapi Jutaan Pegawai Belum Mengambil

  • Inung R Sulistyo
  • Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:45 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan realisasi pencairan THR ASN 2026 yang telah mencapai Rp3,12 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan realisasi pencairan THR ASN 2026 yang telah mencapai Rp3,12 triliun. (Foto: Tangkap layar Instagram @purbayayudhi.official)

 

RIWARA.ID – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mulai menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) Idulfitri 2026 bagi aparatur negara. Hingga 6 Maret 2026, realisasi pembayaran THR tercatat telah mencapai Rp3,12 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, jumlah tersebut sebagian besar disalurkan kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah pusat.

“THR yang telah dibayarkan pada tanggal 6 Maret adalah sebesar Rp3 triliun untuk 631 ribu pegawai dari total 2,2 juta ASN. Berarti ada yang masih belum diambil,” ujar Purbaya di kantornya di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

ASN Pusat Sudah Terima Rp3 Triliun

Dari total realisasi THR yang telah disalurkan pemerintah, sekitar Rp3 triliun diberikan kepada 631 ribu ASN pusat.

Padahal, jumlah keseluruhan ASN pusat yang berhak menerima THR tahun ini mencapai sekitar 2,2 juta pegawai.

Hal ini berarti masih terdapat jutaan pegawai yang belum mencairkan atau menerima pembayaran THR mereka.

Pemerintah sendiri memastikan bahwa dana telah disiapkan dan proses pencairan hanya tinggal menunggu percepatan administrasi dari masing-masing instansi.

ASN Daerah Baru Tersalurkan Rp127,6 Miliar

Sementara itu, pembayaran THR bagi aparatur sipil negara di daerah masih dalam tahap awal.

Hingga saat ini, realisasi pembayaran THR untuk ASN daerah baru mencapai Rp127,6 miliar yang diterima oleh 16.848 pegawai.

Jumlah tersebut baru dilakukan oleh 3 pemerintah daerah dari total 546 pemda di seluruh Indonesia.

Artinya, sebagian besar daerah masih dalam proses administrasi sebelum mencairkan THR kepada para pegawai.

THR Pensiunan Hampir Tuntas

Selain ASN aktif, pemerintah juga menyalurkan THR kepada para pensiunan.

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, realisasi pembayaran untuk pensiunan bahkan sudah hampir selesai.

“Pembayaran THR untuk pensiunan dan gaji ke-13 pensiunan telah disalurkan sebesar Rp11,4 triliun untuk 3,5 juta pensiunan atau sekitar 93,5 persen,” jelasnya.

Dengan angka tersebut, sebagian besar pensiunan telah menerima hak mereka menjelang perayaan Idulfitri tahun ini.

“Sudah siap semua tinggal berapa cepat mereka mencairkan itu,” imbuh Purbaya.

Total Anggaran THR 2026 Tembus Rp55 Triliun

Pemerintah menyiapkan anggaran yang sangat besar untuk pembayaran THR tahun ini.

Total dana yang dialokasikan mencapai Rp55 triliun, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp49 triliun.

Anggaran tersebut dibagi untuk beberapa kelompok penerima, yaitu:

2,4 juta ASN pusat termasuk TNI dan Polri: Rp22,2 triliun

4,3 juta ASN daerah: Rp20,2 triliun

3,8 juta pensiunan: Rp12,7 triliun

Dengan total penerima mencapai lebih dari 10 juta orang, program THR ini menjadi salah satu stimulus ekonomi penting menjelang Idulfitri.

Dorong Perputaran Ekonomi Lebaran

Penyaluran THR kepada ASN dan pensiunan setiap tahun memang memiliki peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Dana yang diterima pegawai biasanya digunakan untuk kebutuhan mudik, belanja kebutuhan Lebaran, hingga konsumsi rumah tangga.

Karena itu, percepatan pencairan THR sering menjadi perhatian pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang hari raya.

Dengan total anggaran yang meningkat menjadi Rp55 triliun, pemerintah berharap perputaran ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini dapat semakin meningkat.*

 

THR ASN 2026 mulai dicairkan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut realisasi telah mencapai Rp3,12 triliun dari total anggaran Rp55 triliun.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News