Jelang Lebaran 2026, Pemprov DIY Ungkapkan Stok Kebutuhan Bahan Pangan, Apakah Harga akan Melonjak?

  • Ayu Abriyani
  • Jumat, 06 Maret 2026 | 22:33 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ayu Abriyani
TPID DIY Melakukan Pemantauan Stok dan Harga Bahan Pangan Menjelang Lebaran 2026
TPID DIY Melakukan Pemantauan Stok dan Harga Bahan Pangan Menjelang Lebaran 2026 (Foto: Instagram.com/@humasjogja)

RIWARA.id - Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H/2026 M tinggal 2 pekan lagi, biasanya harga bahan pangan akan melonjak karena stok di pasaran terbatas.

Untuk mengantisipasi naiknya harga pangan tersebut, Pemprov DIY melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), melakukan pemantauan intensif di seluruh kabupaten/kota.

Upaya itu untuk memastikan pasokan bahan pangan aman, distribusi terjaga, serta harga tetap stabil.

“Langkah ini adalah salah satu komitmen negara dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama pada momentum yang sangat penting bagi masyarakat," kata Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, yang dikutip Riwara.id dari laman jogjaprov.go.id, Jumat 6 Maret 2026.

Made mengungkapkan jumlah permintaan bahan pangan di DIY saat ini masih dalam kondisi stabil.

Distribusi dari distributor maupun supplier telah dipastikan berjalan lancar, dengan sistem pasokan yang bekerja solid.

Menurut Made, peningkatan permintaan bahan pangan di masyarakat diperkirakan terjadi mulai H-10 Lebaran.

“Antisipasi untuk lonja kan permintaan berupa penguatan stok dan koordinasi distribusi. Menjelang HBKN ini, kami juga terus mempercepat langkah strategis," jelasnya.

Langkah tersebut adalah mengintensifkan pemantauan harga dan stok komoditas utama, baik stok pemerintah, gudang distributor, pasar tradisional, ritel modern, hingga tingkat produsen.

Selain itu, juga memperkuat sinergi pengawasan bersama Satgas Pangan dan aparat penegak hukum untuk mencegah praktik penimbunan, gangguan distribusi, maupun kenaikan harga yang tidak rasional.

Made menambahkan untuk menjaga kelancaran distribusi di wilayah rawan kemacetan dengan memprioritaskan kendaraan pengangkut bahan pangan, yang koordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan.

Semua itu dilaksanakan dalam kerangka Strategi 4K TPID yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif.

"Ketersediaan bahan pangan dengan harga yang wajar adalah syarat utama bergeraknya roda perekonomian masyarakat. Ketika pasokan aman, harga stabil, daya beli terjaga, pelaku usaha kecil tetap produktif, dan aktivitas ekonomi tumbuh sehat,” paparnya.

Tak hanya itu, Made pun mengajak masyarakat untuk berbelanja mengutamakan kebutuhan. Dengan belanja bijak dan hemat, bisa berkontribusi menjaga stabi litas ekonomi.

Sementara, Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto, mengatakan hasil pemantauan TPID DIY di kabupaten/kota se-DIY yang telah dilakukan selama sepekan ini.

Hasilnya, ada perbedaan harga yang tipis antarwilayah di DIY. Kenaikan harga pada beberapa komoditas terjadi karena adanya faktor cuaca.

Di dalam Surat Edaran Gubernur DIY kepada bupati/wali kota, berisi imbauan untuk menjaga inflasi, mengintensifkan pantauan harga komoditas pangan, dan memprioritaskan kendaraan pengangkut bahan pangan.

Pihaknya juga mengintensifkan dan optimalisasi intervensi pasar, serta moral suasion dalam pengelolaan ekspektasi masyarakat.

Pemprov DIY melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan intensif, di seluruh kabupaten/kota. Pemantauan itu untuk mengecek stok dan harga bahan pangan.

Foto Editor
Author : Ayu Abriyani

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

Topic News