RIWARA.id - Memanasnya konflik antara Iran dengan Amerika dan Israel membuat Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Timur Tengah menjadi waswas.
Selain jemaah umrah yang ada di Arab Saudi, Pemerintah Indonesia juga memantau kondisi para pekerja migran yang ada di wilayah Timur Tengah.
Seperti yang dilakukan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Pantauan intensif tersebut terkait eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Timur Tengah. Koordinasi itu sudah dilakukan sejak hari pertama kondisi geopolitik mulai memanas.
"Kita sudah melakukan komunikasi dan saat ini kita pantau terus pergerakannya,” tuturnya dikutip Riwara.id dari laman jatengprov.go.id, Jumat 6 Maret 2026.
Selain pemantauan, nomor hotline juga sudah disebar di kalangan pekerja migran dan warga Indonesia yang berada di wilayah Timur Tengah. Nomor hotline dapat dihubun gi sewaktu-waktu oleh para pekerja migran asal Indonesia.
Terkait apakah ada warga asal Jawa Tengah maupun Indonesia yang terjebak di sekitar wilayah konflik, Dzulfikar belum dapat memastikan kondisinya.
Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan dan menunggu laporan dari para pekerja migran yang ada di Timur Tengah.
Seusai bertemu dengan Wakil Menteri P2MI, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi juga menegaskan komitmen Pemprov Jateng untuk ikut menjamin keamanan dan keselamatan pekerja migran, khususnya yang berasal dari Jawa Tengah.
Bahkan jika situasi mendesak, Pemprov Jateng siap mengambil langkah untuk memulangkan warganya ke Tanah Air. Tentu saja upaya itu akan bekerja sama dengan KP2MI dan Kementerian Luar Negeri.
"Kalau para pekerja migran ini perlu untuk dipulangkan (ke Tanah Air), maka akan kami lakukan," tegas Ahmad Luthfi.
Kondisi Pekerja Migran di Timur Tengah
Berdasarkan informasi saat ini, kondisi pekerja migran di Timur Tengah dilaporkan aman dan terkendali meskipun terjadi eskalasi konflik di kawasan tersebut.
P2MI terus memantau secara ketat dan memastikan belum ada kebutuhan evakuasi, meskipun sejumlah penerbangan ke Timur Tengah sempat terganggu.
Di Iran, jumlah pekerja migran asal Indonesia relatif sedikit atau sekitar 100 orang. Para pekerja migran tersebut mayoritas bekerja di sektor medis maupun non medis.
Saat ini pemerintah telah membangun crisis center dan hotline untuk laporan lapangan dan memberikan pendampingan psikologis bagi pekerja migran yang terdampak.
Meskipun kondisi aman, pemerintah tetap waspada dan menyiapkan rencana kontinjensi untuk melindungi para pekerja migran asal Indonesia.
Ayu Abriyani


Pemerintah Indonesia terus memantau kondisi para pekerja migran yang ada di wilayah Timur Tengah, terkait memanasnya konflik Iran - Amerika.