Pencarian Korban Lahar Dingin Merapi di Kali Senowo Terus Berlanjut, SAR Kerahkan Alat Berat

  • Ari Kristyono
  • Jumat, 06 Maret 2026 | 18:43 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono

 

Rescuer Basarnas mencari korban di aliran Kali Senowo, tidak jauh dari sebuah truk yang lumat dihajar banjir lahar dingin Kali Senowo. | Basarnas
Rescuer Basarnas mencari korban di aliran Kali Senowo, tidak jauh dari sebuah truk yang lumat dihajar banjir lahar dingin Kali Senowo. | Basarnas (Foto: Humas Basarnas)

 

RIWARA.id – Pencarian oleh SAR gabungan untuk menemukan dua penambang pasir yang menjadi korban banjir lahar dingin Gunung Merapi di aliran Kali Senowo, terus berlanjut.

Memasuki hari keempat, Jumat (6/3/2026) pencarian, Posko SAR Gabungan di Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang masih menerjunkan ratusan petugas dan relawan.

“Kami membagi tim menjadi 4 SRU (Serach and Rescue Unit) masing-masing melakukan misi yang berbeda,” tutur Arif Yulianto, Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur kepada media.

SRU 1 mencari di area awal kejadian hingga ke dam seja uh 400 meter dengan dibantu peralatan besar eksavator untuk menggali timbunan pasir.

SRU 2 juga menggunakan eksavator di area bawah dam, sedangkan SRU 3 dan SRU 4 menyisir aliran Kali Senowo hingga jarak 5 km dari lokasi para korban hanyut.

Banjir lahar dingin Merapi menerjang Kali Senowo pada Selasa (3/3) sore akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut.

Cepatnya luapan air membuat para penambang pasir di Desa Krinjing tak mampu mengantisipasi.

Sejumlah truk dan eksavator tenggelam dan terseret arus, bahkan tiga truk lumat terbanting di bebatuan sungai.

Malangnya, tak semua penambang berhasil menyelamatkan diri. Lima orang terseret arus, salah satunya Setiawan (21) warga Semarang ditemukan tewas tidak lama setelah kejadian.

Pencarian SAR gabungan di bawah koordinasi Basarnas dari USS Borobudur, menemukan dua korban lain terseret cukup jauh, mereka adalah Heru warga Desa Krinjing dan Fuad warga Srumbung, Kabupaten Magelang.

Dua korban lain atas nama Maryuni dan Hasyim, keduanya warga Desa Krinjing, hingga saat ini masih dalam pencarian.

Tim bergerak dengan hati-hati, mengantisipasi cuaca hujan yang setiap saat bisa membawa banjir lahar dingin kembali terjadi.

Banjir lahar dingin Merapi pada hari yang sama, juga terjadi di aliran Kali Apu di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali.

Seorang perempuan bernama Yatin (56) warga Dukuh Ngadirojo, Desa Tlogolele, menjadi korban saat mencari kayu di tepian kali.

Entah bagaimana, perempuan tuna rungu itu terseret arus kali dan hanya meninggalkan jejak setumpuk kayu, tas dan selendanya di tepi sungai.

SAR gabungan berhasil menemukan jasad Yatin hanyut sekitar 5 km dari tempatnya terakhir terlihat. (*)

 

Pencarian dua penambang pasir korban banjir lahar dingin Gunung Merapi di Kali Senowo, Magelang, masih berlangsung hingga hari keempat. Tim SAR gabungan mengerahkan ratusan personel dan alat berat untuk menyisir aliran sungai hingga 5 km dari lokasi kejadian.

Foto Editor
Author : Ari Kristyono

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

Topic News