RIWARA.id – Banjir lahar dingin di lereng Gunung Merapi tak hanya melanda Kali Senowo yang berakibat jatuhnya korban jiwa. Di wilayah Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali seorang perempuan pencari kayu dilaporkan hilang di aliran Kali Apu.
Korban dalam pencarian bernama Yatin (56) warga Dukuh Ngadirojo, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali.
Kasubsie Operasi Kantor Basarnas Surakarta, Basuki kepada Riwara.id menyebut, Yatin diketahui hilang sejak Selasa (3/3/2026) petang.
Saat itu, seorang warga bernama Purwadi, sekilas melihat Yatin yang mengidap disabilitas tuna rungu, sedang mencari kayu di tepi aliran Kali Apu yang sedang banjir lahar dingin dari lereng Merapi.
Namun, tidak lama Yatin tidak lagi terlihat. Saat berusaha mencari, Purwadi hanya menemukan setumpuk kayu yang dikumpulkan, serta selendang dan tas.
Purwadi khawatir Yatin jatuh ke sungai dan terseret banji r lahar dingin, sehingga dia melapor ke perangkat desa setempat.
“Meski sudah dilaporkan sore, sekitar pukul 17, namun pencarian baru dimulai Rabu pagi hari ini. Selain menghitung risiko medan malam hari, juga karena ada kebiasaan korban mencari kayu hingga larut malam. Jika tidak pulang, maka pencarian langsung kami gelar,” papar Basuki.
Desa Tlogolele, adalah desa tertinggi di Boyolali, dengan jarak dari puncak Gunung Merapi hanya sekitar 4-5 km.
Basarnas, BPBD Boyolali bersama aparat Kecamatan Selo dan relawan setempat sejak Rabu pagi telah menyusur sungai Apu yang debitnya telah menyusut jauh setelah banjir semalam.
Upaya itu membuahkan hasil, SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 12.00.
Korban ditemukan hanyut sejauh 8 km dari posisi terakhir terlihat, dan tim SAR mengevakuasi jenazah ke RSUD Muntilan Magelang untuk mendapatkan penanganan yang diperlukan.
“Dengan telah ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, operasi SAR kami tutup dengan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ucap Basuki.
Ari Kristyono


Banjir lahar dingin di lereng Merapi menyapu Kali Apu; Yatin (56), pencari kayu penyandang tunarungu dari Desa Tlogolele, hilang dan ditemukan meninggal setelah hanyut 8 km. SAR menutup operasi.