Kisah di Balik Penemuan Jenazah Yazid Ahmad Firdaus di Bukit Mongkrang

  • Ari Kristyono
  • Rabu, 11 Februari 2026 | 09:15 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono

RIWARA.ID – Gapura Bukit Mongkrang, wisata pendakian di lereng selatan Gunung Lawu tampak lengang pada Senin (9/2/2026) siang.

Siapa pun yang datang ke sana bisa membaca papan pengumuman yang dicetak di kertas, tentang jalur pendakian ditutup hingga waktu yang tidak ditentukan, untuk pemulihan ekosistem dan perbaikan jalur.

Selama dua pekan sebelumnya, kawasan Bukit Mongkrang dijejali ratusan orang yang memiliki satu tujuan: menemukan Yazud Ahmat Firdaus, pendaki asal Colomadu, Karanganyar yang hilang sejak 18 Januari lalu.

Baca juga: INFO PENTING! Pemerintah Resmi Tetapkan Libur Awal Ramadan 2026, Anak Sekolah Libur 1 Minggu

“Operasi ditutup setelah 13 hari, dengan dua kali perpanjangan waktu. Alasan penutupan, karena SAR gabungan tidak menemukan jejak dan tanda apa pun dari survivor,” terang Kasubsie Operasi Kantor Basarnas Surakarta, Basuki saat penutupan Sabtu (7/2) lalu.

Namun, Senin siang itu belum semua rescuer turun dari Mongkrang. Beberapa kelompok potensi, secara khusus minta izin dan berkoordinasi dengan Basarnas untuk memperpanjang operasi secara terbatas.

“Kami percaya, surv ivor masih ada di Mongkrang, maka kami akan mencoba untuk menemukannya,” tutur Badawi anggota senior Wanadri, salah satu kelompok yang memilih untuk terus mencari Yazid.

Baca juga: Pendaftaran SMA Unggul Garuda Tahun Ajaran 2026 2027 Resmi Dibuka, Cek Syaratnya di Sini!

Tim kecil yang bergerak senyap, mengerahkan belasan personel dan bergerak menelisik tempat-tempat yang dicurigai.

Selama tiga hari pencarian, tim banyak mengolah data dari pencarian sebelumnya, hingga mereka mencurigai salah satu lembah sungai yang mengarah ke barat melalui Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso.

“Mala mini teman-teman flying camp dengan menyusur sungai, kami mencurigai sesuatu,” pesan Lukman, salah satu tim pencari melalui pesan seluler, Senin malam.

Dan kecurigaan itu membuahkan hasil, Selasa pagi pukul 8 tim berhasil menemukan Yazid di tepi jalur sungai, meski dalam keadaan tak bernyawa.

 Area tersebut memang sudah beberapa kali disisir oleh SAR gabungan sebelumnya.

Baca juga: DIBUKA! Program Magang di Kementerian Keuangan Tahun 2026, Ini Persyaratan dan Tahapan Seleksinya

Namun, posisi jenazah memang tak mudah terlihat. Sebagian tubuh terendam air sungai dan tertutup oleh rumpun pisang, menyisakan bagian kaki yang terlihat.

Bau busuk pun hanya samar tercium di kawasan itu, kira-kira tercium dalam radius kurang dari 5 meter.

Kabar penemuan itu segera tersiar luas, hingga puluhan relawan kembali hadir di Mongkrang untuk membantu evakuasi.

Jenazah Yazid kemudian diusung secara estafet melalui Bukit Mitis yang terletak di dekat jalan raya Tawangmangu-Magetan.

Baca juga: HORE! Harga BBM di Pertamina, Vivo, BP, dan Shell Kompak Turun Hari Ini 9 Februari 2026, Berikut Rincian Harga Lengkap BBM

Setelah mendapatkan pemulasaraan di RSUD Moewardi Solo, Selasa malam itu juga jenazah Yazid dimakamkan di kampungnya di Colomadu, Karanganyar.

Apa yang terjadi pada Yazid? Basuki memperkirakan korban tersesat dalam perjalanan turun dari puncak Mongkrang.

“Kemungkinan dalam upaya menemukan jalan, dia terjebak di lembah sungai dan akhirnya me ngalami kecelakaan di titik dia ditemukan. Medannya memang berupa hutan heterogen dan sulit untuk ditempuh,” ulasnya. (***)

Kisah di balik penemuan jenazah pendaki Yazid Ahmad Firdaus di Bukit Mongkrang, Gunung Lawu, setelah pencarian intensif selama lebih dari dua pekan.

Foto Default
Author : Ari Kristyono

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News