RIWARA.id - Hilangnya seorang pendaki di Bukit Mongkrang, Kabupaten Karanganyar pada 18 Januari 2026 lalu menjadi pusat perhatian banyak pihak.
Hingga saat ini, belum ditemukannya pendaki tersebut membuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berencana menutup aktivitas pendakian untuk sementara waktu.
Penutupan sementara aktivitas pendakian di kawasan Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu tersebut akan diberlakukan selama bulan Ramadan.
Baca juga: WASPADA! Pengumuman Pembukaan CPNS 2026 oleh Menteri PANRB Dipastikan Hoax, Cek Faktanya di Sini
Upaya itu dilakukan untuk pemulihan jalur pendakian, serta evaluasi menyeluruh tentang aspek keselamatan di Bukit Mongkrang pasca kejadian pendaki hilang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan peristiwa ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pengelola kawasan, khususnya terkait keselamatan para pengunjung.
"Ke depannya, jalur pendakian perlu diperbaiki. Seperti penataan ulang jalur, penambahan tanda-tanda, serta penguatan aspek keselamatan,” ujarnya dikutip Riwara.id dari laman jatengprov.go.id, Kamis 29 Januari 2026.
Baca juga: BERSIAP! Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan 1447 H/2026 M akan Digelar Kemenag di Tanggal Ini
Ia pun menjelaskan selama proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di bukit tersebut, kondisi vegetasi di kawasan Mongkrang otomatis terdampak.
Hal itu disebabkan adanya penyisiran intensif oleh tim SAR gabungan. Maka, diperlukan waktu pemulihan agar kawasan kembali aman untuk aktivitas pendakian.
"Kami sudah berdiskusi dengan berbagai pihak, jika sementara waktu akan menghentikan aktivitas pendakian. Kemungkinan selama bulan puasa, karena vegetasi perlu pemulihan,” ungkap Sumarno.
Selain faktor lingkungan, ia juga menyoroti tingginya minat masyarakat yang ingin berkunjung ke kawasan tersebut, termasuk kalangan anak-anak.
Ia pun menyebut jika kondisi itu harus diimbangi dengan pengelolaan jalur yang aman bagi pengunjung dan sesuai standar.
“Kami mendapat laporan jika minat masyarakat yang ingin berkunjung ke Mongkrang sangatlah tinggi. Karena itu, aspek keselamatan pendaki harus benar-benar menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Selama masa penutupan aktivitas pendakian, Pemprov Jateng bersama pengelola kawasan dan instansi terkait akan melakukan evaluasi dan penataan ulang jalur pendakian.
Upaya itu untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi para pendaki, saat jalur pendakian dibuka kembali.
Ia berharap dari evaluasi dan penutupan sementara jalur pendakian di Bukit Mongkrang, tidak ada lagi pendaki yang hilang.
Pemprov Jateng berencana menutup aktivitas pendakian di Bukit Mongkrang, Karanganyar untuk sementara waktu untuk evaluasi dan pemulihan jalur.