Riwara.id- Beberapa hari ini sejumlah wilayah di Indonesia terpantau masih mengalami hujan ringan hingga lebat dan membuat sebagian wilayah mengalami banjir. Banyak masyarakat mencari informasi kapan musim kemarau mulai berlangsung.
Mayoritas wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan hingga 5 Februari 2026, masih didominasi hujan dengan intensitas sedang. Beberapa lokasi diprediksi mengalami hujan dengan intensitas lebat.
Dilansir Riwara.id dari laman BMKG, Kamis, 29 januari 2026, berikut rincian wilayah yang masih mengalami hujan ringan hingga lebat.
Hujan Ringan: Aceh, Sumbar, Riau, Kep. Riau, Kep. Babel, Bali, Kalbar, P. Barat Daya.
Hujan Sedang: Sumut, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Jateng, Yogyakarta, Jatim, NTB, Kalsel, Kaltim, Kalut, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sulbar, Sultra, Malut, Maluku, P. Barat, Papua, P. Pegunungan, P. Selatan, P. Tengah. Hujan Lebat: Banten, Jabar, NTT, Kalteng, Sulsel.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan musim hujan 2026 akan berakhir secara bertahap. Untuk kawasan selatan Indonesia seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, puncak musim hujan diperkirakan mulai berakhir pada Februari hingga Maret.
"Indonesia kan daerahnya sangat luas. Kalau di daerah yang dimaksud Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, itu berakhir kira-kira nanti di sekitar Februari sampai Maret ya. Nanti bulan April, Mei, Juni, hingga nanti September itu masuk ke musim kemarau," terangnya.
Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diperkirakan mulai memasuki peralihan menuju musim kemarau sejak April, setelah intensitas hujan berangsur menurun sejak akhir Februari hingga Maret. Adapun musim kemarau di kawasan ini diproyeksikan berlangsung hingga sekitar September.
BMKG juga memperkirakan musim hujan di wilayah selatan Indonesia baru akan kembali terjadi menjelang akhir tahun.
"Baru musim hujan kembali dimulai bulan Oktober," lanjut Teuku.
Sementara itu, pola musim yang berbeda terjadi di wilayah Indonesia yang berada dekat garis Ekuator, khususnya di Sumatra bagian utara. Wilayah ini memiliki karakteristik dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau dalam satu tahun.
"Tapi perlu diingat bahwa di daerah ekuator, bagian utaranya ini agak berbeda. Misalnya saya berikan contoh untuk daerah Sumatra ya, untuk Aceh, kemudian Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dia memiliki kondisi di mana terjadi dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau," jelasnya.
Saat ini, sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatra Utara, Riau, hingga Sumatra Barat bahkan sudah mulai memasuki awal musim kemarau, meskipun dengan kondisi yang tidak terlalu kering.
BMKG memprakirakan hujan masih berpotensi kembali turun di wilayah tersebut pada periode April hingga Juni sebelum kembali memasuki musim kering berikutnya.
"Nanti di bulan April, Mei, Juni, ada hujan lagi sedikit, baru nanti musim kering lagi," tambahnya.
Perbedaan karakteristik iklim ini membuat waktu berakhirnya musim hujan di Indonesia tidak bisa disamakan antara wilayah selatan dan wilayah dekat ekuator. Jadi berbeda antara karakteristik iklim yang ada di daerah dekat ekuator dengan daerah Selatan, seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara.***
Mayoritas wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan hingga 5 Februari 2026, masih didominasi hujan dengan intensitas sedang. Beberapa lokasi diprediksi mengalami hujan dengan intensitas lebat