Penyelam SAR Temukan Jenazah Remaja Hanyut di Sungai Sengkarang Pekalongan

Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB
Penyelam SAR saat menyisir dasar sungai Sengkarang untuk menemukan jenazah remaja yang tenggelam
Penyelam SAR saat menyisir dasar sungai Sengkarang untuk menemukan jenazah remaja yang tenggelam (Foto: Humas Basarnas)

 

RIWARA.id – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Irsal Dwi Pratama (17), remaja asal Desa Warulor, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, yang dilaporkan hanyut dan tenggelam di aliran Sungai Sengkarang. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (19/5/2026) siang, setelah melalui operasi pencarian intensif yang melibatkan penyelam di sekitar titik lokasi kejadian.

Peristiwa tragis tersebut bermula pada Senin (18/5/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban bersama tujuh orang rekannya mendatangi area Sungai Sengkarang, tepatnya di bawah Jembatan Gantung Silirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, dengan maksud untuk mandi dan bermain air di tepian sungai.

Kondisi yang semula penuh kegembiraan berubah mencekam saat korban tiba-tiba berinisiatif untuk berenang menyeberangi jalur tengah Sungai Sengkarang. Tanpa diduga, arus bawah sungai yang cukup deras langsung mengadang laju renang remaja berusia 17 tahun tersebut hingga dirinya mulai kesulitan mempertahankan posisi.

Korban diduga tidak kuat melawan kuatnya arus sungai yang mengalir di bawah jembatan gantung tersebut, sehingga tubuhnya mulai terseret menjauh. Melihat situasi genting itu, salah satu rekan korban bergegas berenang menghampiri dan berusaha menarik tangan korban menuju ke tepian dangkal.

Upaya penyelamatan mandiri dari rekan korban tersebut sayangnya tidak mampu bertahan lama karena kuatnya dorongan air sungai. Pegangan tangan sang rekan akhirnya terlepas, dan korban seketika terseret arus yang lebih dalam hingga akhirnya lenyap terbenam dari permukaan air.

Warga sekitar yang berada di lokasi dan menyaksikan insiden hilangnya korban langsung melakukan upaya pencarian awal dengan menyisir pinggiran sungai. Menyadari keterbatasan alat dan waktu yang kian beranjak malam, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Unit Siaga SAR Pemalang guna meminta bantuan evakuasi medis.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengonfirmasi bahwa laporan resmi terkait adanya warga yang hanyut di Sungai Sengkarang diterima oleh personel siaga pada pukul 18.30 WIB. Menanggapi laporan darurat tersebut, pihaknya langsung menginstruksikan satu tim penyelamat terdekat untuk bergerak menuju lokasi kejadian lengkap dengan armada pendukung.

Personel yang diterjunkan ke lokasi dilengkapi dengan peralatan selam, perahu karet, serta perangkat pencarian air lainnya demi memaksimalkan penanganan satgas di lapangan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur relawan dan aparat setempat langsung melakukan koordinasi taktis di bawah Jembatan Gantung Silirejo.

Operasi pencarian pada hari pertama terpaksa berjalan terbatas lantaran kondisi medan yang sudah gelap gulita dan jika dipaksakan justru membahayakan keselamatan tim. Penyisiran visual pada Senin malam dinilai kurang efektif, sehingga operasi diputuskan untuk ditunda sementara waktu.

Memasuki hari kedua pencarian pada Selasa pagi, tim SAR gabungan membagi kekuatan menjadi beberapa sektor operasional, termasuk menyisir menggunakan perahu karet di sisi kanan dan kiri aliran sungai sejauh satu kilometer ke arah hilir. Selain penyisiran air, tim darat juga melakukan pemantauan ketat di sepanjang tanggul dan pinggiran sungai.

Fokus pencarian utama difokuskan pada metode penyelaman tradisional dan mekanis di sekitar titik awal korban dilaporkan tenggelam. Setelah beberapa jam mengitari dasar sungai, penyelam tim SAR gabungan akhirnya mendeteksi keberadaan jasad korban pada pukul 13.40 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Jasad korban ditemukan pada jarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian awal setelah tim SAR melakukan penyelaman berkala di area tersebut. Petugas langsung mengevakuasi tubuh korban dari dasar air menuju ambulans, untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Bendan Kota Pekalongan guna menjalani proses pemeriksaan medis lanjutan.

Budiono menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh unsur tim SAR gabungan, kepolisian, TNI, serta masyarakat yang telah bahu-membahu bergerak cepat dalam proses pencarian ini. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian secara resmi dinyatakan selesai dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing. (*)

 

Remaja asal Wiradesa Pekalongan ditemukan meninggal dunia oleh Tim SAR gabungan setelah hanyut di Sungai Sengkarang.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories