RIWARA.id – Pemerintah Indonesia telah mengevakuasi dengan selamat sebanyak 30 Warga Negara Indonesia yang terdampar di bandara Zayed International Airport, abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Pemerintah menggunakan jalur penerbangan repatriasi yang dibuka terbatas untuk mengatasi ditutupnya penerbangan sipil di negara-negara Teluk sebagai imbas perang di kawasan itu.
Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha dalam keterangan resmi yang dilansir Info Publik, Jumat (6/3/2026) menyebut pemulangan itu sepenuhnya difasilitasi KBRI Abu Dhabi bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai.
"Sejak penutupan ruang udara pada 28 Februari, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai terus berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas setempat agar WNI yang terdampak dapat segera memperoleh akses penerbangan untuk melanjutkan perjalanan ke Tanah Air," kata Judha
Penutupan ruang udara tersebut membuat WNI yang sedang bepergian lintasnegara di kawasan Timur Tengah tak bisa melanjutkan perjalanan. Ratusan penerbangan dibatalkan di sejumlah bandara utama seperti di Dubai, Abu Dhabi dan Doha.
Di Abu Dhabi, tidak kurang dari 20.000 orang dari berbagai negara terjebak dalam ketidakpastian.
Untuk memulangkan mereka, otoritas UEA membuka koridor untu k penerbangan repratiasi. Secara bergiliran, mereka memulangkan warga asing melalui jalur terbatas tersebut.
Peluang inilah yang memungkinkan 30 orang WNI yang berada di Abu Dhabi berhasil pulang ke Tanah Air.
Mereka menumpang pesawat Etihad Airways menuju Singapura bersama penumpang internasional lainnya, sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia melalui rute lanjutan.
Judha memastikan seluruh WNI tersebut mendapatkan pendampingan dan fasilitas yang diperlukan.
“Pemerintah hadir memastikan tidak ada WNI yang telantar di luar negeri karena situasi perang di Timur Tengah,” tandasnya. (*)
Ari Kristyono


Sebanyak 30 WNI yang terdampar di Bandara Zayed International Airport Abu Dhabi berhasil dievakuasi melalui jalur repatriasi setelah penutupan ruang udara akibat konflik di Timur Tengah.