RIWARA.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri Tahun Ajaran 2026/2027, pada Selasa 19 Mei 2026.
Peresmian SPMB tersebut dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Dinas Pendidikan Jawa Tengah, di SMA Negeri 1 Kemalang, Kabupaten Klaten.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan daya tampung sekolah negeri di Jateng untuk tahun ajaran 2026/2027 masih sangat terbatas.
Dari total 567.500 lulusan SMP sederajat, jumlah sekolah negeri yang mampu menampung siswa baru hanya sekitar 231.724 siswa atau 40,83%.
“Total kuota yang tersedia ada 6.442 kelas atau sekitar 40,83 persen. Jadi memang belum bisa menampung semua peserta didik dari jenjang SMP,” tutur Sadimin yang dikutip Riwara.id dari laman jatengprov.go.id, Rabu 20 Mei 2026.
Untuk mengatasi keterbatasan kuota di sekolah negeri tersebut, Pemprov Jateng telah menyiapkan program Sekolah Kemitraan yang bekerja sama dengan 139 SMA dan SMK swasta. Program tersebut hanya dibuka untuk siswa dari keluarga kurang mampu.
“Sekitar 5.000 anak dari keluarga miskin akan dibiayai dari APBD Provinsi Jawa Tengah melalui program Sekolah Kemitraan, Boarding, Semi Boarding,” ungkap Sadimin.
Ia juga memastikan sistem seleksi SPMB tahun ajaran 2026/2027 akan lebih ketat dan transparan, karena menggunakan integrasi data Dapodik serta Dukcapil.
“Insyaallah tidak ada lagi pindah-pindah KK yang tidak jelas agar bisa bersekolah di sekolah favorit,” ujarnya.
Sandimin menyebut sistem aplikasi SPMB telah dikembangkan secara mandiri oleh Pemprov Jateng. "Tahun ini kami targetkan agar program SPMB bisa lebih transparan dan bersih,” katanya.
Bisa Diakses Semua Lapisan Masyarakat
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan pendidikan harus bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Sebab, pendidikan bisa menjadi instrumen utama dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
“Banyak masyarakat kita yang punya istilah, habis lulus SMP langsung kerja. Maka, kuota jalur afirmasi akan kita perbanyak,” kata Luthfi.
Menurutnya, pada tahun 2025 ada sebanyak 5.000 anak dari keluarga miskin ekstrem dan rawan putus sekolah, yang telah difasilitasi program sekolah gratis melalui kerja sama dengan sekolah swasta.
Luthfi juga menegaskan jika proses SPMB harus bebas praktik titipan maupun permainan. "No titip-titip, no jasa penitipan. Makin Anda nitip, makin saya coret dari daftar SPMB,” tegasnya.
Gubernur juga meminta seluruh pihak sekolah agar menjaga integritas dan fokus mencetak sumber daya manusia unggul. Terutama untuk mendukung kebutuhan industri dan investasi di wilayah Jawa Tengah.
Pemprov Jateng resmi membuka SPMB jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri Tahun Ajaran 2026 2027. Kuota sekolah negeri hanya tersedia 40 persen.