Emas Antam Mendadak Hilang dari Pegadaian! Harga UBS dan Galeri24 Naik Hari Ini, Investor Dibuat Penasaran

  • Inung R Sulistyo
  • Jumat, 06 Maret 2026 | 05:49 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo
Ilustrasi emas batangan UBS dan Galeri24 di Pegadaian. Pada perdagangan Jumat, 6 Maret 2026, harga emas UBS dan Galeri24 mengalami kenaikan tipis, sementara harga emas Antam tidak tercantum dalam daftar di laman Sahabat Pegadaian.
Ilustrasi emas batangan UBS dan Galeri24 di Pegadaian. Pada perdagangan Jumat, 6 Maret 2026, harga emas UBS dan Galeri24 mengalami kenaikan tipis, sementara harga emas Antam tidak tercantum dalam daftar di laman Sahabat Pegadaian. (Foto: Riwara.id)
 

RIWARA.id - Pergerakan harga emas kembali menjadi perhatian publik pada perdagangan Jumat (6/3/2026). Namun kali ini bukan hanya soal naik atau turunnya harga logam mulia. Ada fenomena yang justru memicu tanda tanya di kalangan investor: harga emas Antam tidak tercantum dalam daftar resmi Pegadaian.

Padahal selama ini emas Antam dikenal sebagai salah satu produk logam mulia paling populer di Indonesia. Ketika daftar harga harian emas di situs Sahabat Pegadaian diperbarui pagi ini, seluruh denominasi emas Antam, mulai dari ukuran terkecil 0,5 gram hingga ukuran terbesar 1.000 gram tidak muncul dalam daftar harga.

Absennya harga emas Antam tersebut membuat perhatian pasar beralih ke produk emas lain yang masih tersedia di Pegadaian, yakni emas batangan cetakan UBS dan Galeri24.

Di tengah hilangnya daftar harga Antam, harga emas UBS dan Galeri24 justru menunjukkan tren kenaikan tipis, menandakan permintaan logam mulia di pasar ritel masih cukup kuat.

Fenomena Antam Hilang dari Pegadaian Bukan Pertama Kali

Peristiwa tidak munculnya harga emas Antam di Pegadaian sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Fenomena serupa pernah terjadi sebelumnya.

Pada pertengahan tahun lalu, emas Antam sempat tidak tersedia di Pegadaian selama lebih dari dua bulan, tepatnya dari 26 Mei hingga 1 Agustus 2025.

Ketika itu, absennya produk Antam di Pegadaian memicu berbagai spekulasi di kalangan investor ritel. Sebagian menduga adanya keterbatasan pasokan, sementara yang lain menilai kondisi tersebut berkaitan dengan strategi distribusi logam mulia di pasar domestik.

Kini, kejadian serupa kembali terjadi, meski belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab tidak munculnya harga emas Antam dalam daftar perdagangan hari ini.

Harga Emas UBS di Pegadaian Hari Ini

Sementara emas Antam tidak muncul, Pegadaian masih memperbarui harga untuk emas batangan cetakan UBS (Untung Bersama Sejahtera).

Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, Pegadaian membanderol emas UBS di harga Rp1.673.000.

Harga tersebut mengalami kenaikan Rp3.000 dibandingkan hari sebelumnya, menandakan tren penguatan yang masih relatif stabil.

Sedangkan untuk ukuran 1 gram, harga emas UBS hari ini berada di level Rp3.096.000, naik Rp5.000 dari perdagangan sebelumnya.

Kenaikan tipis ini mencerminkan kondisi pasar emas global yang masih bergerak dalam tren moderat, dengan fluktuasi harga yang relatif terkendali.

Harga Emas Galeri24 Ikut Menguat

Selain UBS, Pegadaian juga memperbarui harga emas batangan Galeri24, yang merupakan produk logam mulia yang diproduksi oleh Pegadaian sendiri.

Untuk ukuran 0,5 gram, harga emas Galeri24 hari ini berada di Rp1.616.000, naik Rp3.000 dari hari sebelumnya.

Sementara itu untuk ukuran 1 gram, harga emas Galeri24 dipatok di Rp3.080.000, mengalami kenaikan Rp5.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Kenaikan harga pada dua merek emas tersebut menunjukkan bahwa permintaan emas ritel di Indonesia masih cukup stabil, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian Hari Ini

Berikut daftar harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian pada Jumat (6/3/2026):

Berikut daftar harga emas batangan Galeri24 dan UBS di Pegadaian pada perdagangan Jumat, 6 Maret 2026, sebagaimana tercantum di laman Sahabat Pegadaian.

Untuk ukuran 0,5 gram, emas Galeri24 dibanderol Rp1.616.000, sementara emas UBS dijual Rp1.673.000.

Pada ukuran 1 gram, harga emas Galeri24 berada di Rp3.080.000, sedangkan UBS dipatok Rp3.096.000.

Selanjutnya untuk ukuran 2 gram, em as Galeri24 dijual Rp6.086.000, sementara UBS berada di harga Rp6.143.000.

Untuk ukuran 5 gram, harga emas Galeri24 tercatat Rp15.103.000, sedangkan UBS dibanderol Rp15.181.000.

Pada ukuran 10 gram, emas Galeri24 dipasarkan di harga Rp30.124.000, sementara UBS berada di Rp30.201.000.

Kemudian untuk ukuran 25 gram, harga emas Galeri24 tercatat Rp74.906.000, sedangkan UBS dijual Rp75.354.000.

Untuk ukuran 50 gram, emas Galeri24 dibanderol Rp149.695.000, sementara UBS berada di Rp150.400.000.

Pada ukuran 100 gram, harga emas Galeri24 mencapai Rp299.240.000, sedangkan UBS dijual Rp300.681.000.

Untuk ukuran 250 gram, emas Galeri24 dihargai Rp746.263.000, sementara UBS berada di Rp751.482.000.

Selanjutnya untuk ukuran 500 gram, harga emas Galeri24 tercatat Rp1.492.526.000, sedangkan UBS dijual Rp1.501.199.000.

Sementara itu untuk ukuran terbesar 1.000 gram, harga emas Galeri24 berada di Rp2.985.050.000, sedangkan harga emas UBS tidak tercantum dalam daftar pada perdagangan hari ini.

Pegadaian dan Posisi Strategis di Pasar Emas Ritel

Pegadaian merupakan salah satu pemain penting dalam perdagangan emas ritel di Indonesia. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Selain menyediakan layanan gadai tradisional, Pegadaian juga mengembangkan berbagai produk investasi berbasis emas, mulai dari tabungan emas hingga penjualan emas batangan.

Kehadiran produk emas seperti UBS dan Galeri24 memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin berinvestasi logam mulia selain produk Antam.

Baca juga : Papua Nugini Siap Membeli Senjata Api dari Warganya, Ketimbang Dipakai untuk Perang Antarsuku

Mengapa Emas Masih Jadi Pilihan Investor?

Dalam dunia investasi, emas dikenal sebagai salah satu aset yang relatif aman atau safe haven.

Ketika pasar keuangan mengalami ketidakpastian, investor cenderung beralih ke emas untuk melindungi nilai kekayaan mereka.

Ada beberapa alasan utama mengapa emas tetap diminati:

1. Lindung Nilai terhadap Inflasi
Harga emas cenderung meningkat ketika inflasi naik, sehingga sering digunakan untuk menjaga daya beli.

2. Stabilitas Nilai
Dibandingkan aset berisiko seperti saham atau kripto, emas memiliki volatilitas yang lebih rendah.

3. Likuiditas Tinggi
Emas mudah diperjualbelikan di berbagai tempat, termasuk Pegadaian, bank, maupun toko emas.

Tren Harga Emas Global Masih Jadi Faktor Penentu

Pergerakan harga emas di Pegadaian pada dasarnya juga dipengaruhi oleh harga emas dunia.

Harga emas global dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:

Kebijakan suku bunga bank sentral

Ketegangan geopolitik

Inflasi global

Nilai tukar dolar AS

Jika harga emas dunia naik, maka harga emas ritel di Indonesia biasanya ikut terdorong naik, meskipun dengan pergerakan yang tidak selalu identik.

Investor Menunggu Kepastian Harga Antam

Di tengah naiknya harga UBS dan Galeri24, perhatian investor kini tertuju pada satu pertanyaan besar: kapan harga emas Antam kembali muncul di Pegadaian?

Sebagai salah satu produk emas paling populer di Indonesia, keberadaan emas Antam sering menjadi acuan bagi banyak investor dalam menentukan strategi investasi logam mulia.

Absennya harga Antam hari ini memicu rasa penasaran di kalangan pemburu emas ritel, terutama mereka yang terbiasa membeli produk tersebut melalui Pegadaian.

Jika fenomena ini berlanjut dalam beberapa hari ke depan, bukan tidak mungkin pasar emas ritel akan kembali mengalami dinamika seperti yang terjadi pada pertengahan 2025 lalu.

Untuk sementara, investor yang ingin membeli emas di Pegadaian masih memiliki pilihan melalui produk UBS dan Galeri24 yang saat ini masih tersedia dengan tren harga yang cenderung menguat.*

 

Harga emas Pegadaian hari ini Jumat 6 Maret 2026 menunjukkan fenomena menarik. Emas Antam tidak tercantum dalam daftar harga, sementara emas UBS dan Galeri24 justru mengalami kenaikan tipis. Simak daftar harga lengkap emas Pegadaian hari ini.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News