RIWARA.id - Harga emas batangan yang diperdagangkan melalui PT Pegadaian tercatat mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (5/3/2026). Penurunan terjadi pada emas cetakan UBS dan Galeri24, sementara emas Antam masih belum tercantum dalam daftar harga di laman resmi Sahabat Pegadaian.
Kondisi ini membuat sejumlah investor emas ritel kembali mencermati pergerakan harga logam mulia, terutama karena emas selama ini dikenal sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) yang cukup populer di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pada perdagangan hari ini, emas UBS ukuran 0,5 gram dijual dengan harga Rp1.670.000. Harga tersebut turun Rp39.000 dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.
Sementara itu, untuk ukuran 1 gram, emas UBS dipasarkan dengan harga Rp3.091.000 atau melemah Rp71.000 dari posisi sebelumnya.
Penurunan harga juga terjadi pada emas cetakan Galeri24. Untuk ukuran 0,5 gram, Pegadaian menjualnya dengan harga Rp1.613.000 atau turun Rp37.000 dalam sehari.
Sedangkan emas Galeri24 ukuran 1 gram dipasarkan di harga Rp3.075.000, berkurang Rp71.000 dibandingkan harga perdagangan sebelumnya.
Di sisi lain, emas Antam yang biasanya juga tersedia di Pegadaian belum tercantum dalam daftar harga hari ini. Ketidakhadiran produk tersebut bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya, kondisi serupa pernah terj adi pada 2025 lalu ketika emas Antam tidak tersedia di Pegadaian selama lebih dari dua bulan, yakni sejak 26 Mei hingga 1 Agustus 2025.
Pegadaian Tetap Jadi Salah Satu Kanal Investasi Emas Favorit
Sebagai salah satu anak usaha dari Bank Rakyat Indonesia, Pegadaian memiliki peran penting dalam menyediakan layanan investasi emas bagi masyarakat.
Selain menjual emas fisik, Pegadaian juga menyediakan berbagai produk investasi emas lain seperti tabungan emas dan cicilan emas yang cukup diminati oleh masyarakat.
Kemudahan akses, jaringan kantor yang luas, serta adanya jaminan keamanan transaksi membuat Pegadaian tetap menjadi salah satu pilihan utama masyarakat dalam membeli emas.
Perubahan harga emas di Pegadaian biasanya mengikuti dinamika harga emas global, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta permintaan pasar domestik.
Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian 5 Maret 2026
Berikut daftar harga emas yang dipasarkan melalui Pegadaian pada Kamis (5/3/2026):
Emas Galeri24
0,5 gram: Rp1.613.000
1 gram: Rp3.075.000
2 gram: Rp6.077.000
5 gram: Rp15.081.000
10 gram: Rp30.082.000
25 gram: Rp74.801.000
50 gram: Rp149.483.000
100 gram: Rp298.819.000
250 gram: Rp745. 2 11.000
500 gram: Rp1.490.421.000
1.000 gram: Rp2.980.842.000
Emas UBS
0,5 gram: Rp1.670.000
1 gram: Rp3.091.000
2 gram: Rp6.133.000
5 gram: Rp15.154.000
10 gram: Rp30.150.000
25 gram: Rp75.226.000
50 gram: Rp150.144.000
100 gram: Rp300.169.000
250 gram: Rp750.199.000
500 gram: Rp1.498.637.000
Sementara itu, untuk emas Antam seluruh denominasi mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram belum tersedia dalam daftar harga Pegadaian hari ini.
Harga Emas Dunia Justru Menguat
Menariknya, di tengah penurunan harga emas di Pegadaian, harga emas dunia justru bergerak naik pada perdagangan pagi ini.
Pada Kamis (5/3/2026) pukul 07.08 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat berada di level US$5.166,7 per troy ons. Harga ini naik sekitar 0,58% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sehari sebelumnya, harga emas global juga ditutup menguat sebesar 0,93% di level US$5.136,3 per troy ons.
Jika pada perdagangan hari ini harga kembali berhasil ditutup di zona hijau, maka emas akan mencatatkan kenaikan selama dua hari berturut-turut.
Kenaikan tersebut terjadi setelah harga emas sempat mengal a mi penurunan tajam beberapa hari sebelumnya.
Pada 3 Maret lalu, harga emas dunia bahkan sempat anjlok hingga 4,39% dan mencapai posisi terendah sejak 19 Februari.
Koreksi tajam tersebut kemudian memicu minat beli baru dari pelaku pasar yang menilai harga emas sudah kembali berada di level yang menarik.
Sentimen Global Dorong Pergerakan Emas
Selain faktor teknikal, pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian investor adalah perkembangan ekonomi di Amerika Serikat.
Lembaga riset ekonomi Institute of Supply Management melaporkan bahwa aktivitas sektor jasa di Negeri Paman Sam yang diukur melalui Purchasing Managers’ Index (PMI) pada Februari berada di level 56,1.
Angka PMI di atas 50 menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi sedang berada dalam fase ekspansi.
Bahkan, capaian tersebut merupakan ekspansi sektor jasa tertinggi sejak Agustus 2022.
Data tersebut memberikan sinyal positif bahwa perekonomian Amerika Serikat masih cukup kuat meskipun menghadapi berbagai tekanan global.
Di sisi lain, data ini juga meredakan kekhawatiran investor terkait potensi lonjakan inflasi akibat kenaikan harga energi.
Dampak Geopolitik terhadap Harga Emas
Salah satu faktor yang turut mempengaruhi dinamika harga emas adalah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Harga minyak dunia diketahui melonjak setelah serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu.
Lonjakan harga minyak biasanya memicu kekhawatiran akan peningkatan inflasi global.
Namun hingga saat ini, data ekonomi menunjukkan bahwa tekanan inflasi tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi.
Kondisi tersebut membuat pasar berharap bank sentral Amerika Serikat, yakni Federal Reserve, tidak akan menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat.
Hal ini menjadi kabar baik bagi emas.
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), emas biasanya akan lebih menarik ketika suku bunga rendah atau stabil.
Ketika suku bunga naik, investor cenderung beralih ke instrumen yang memberikan imbal hasil seperti obligasi atau deposito.
Sebaliknya, ketika suku bunga tidak naik, emas menjadi alternatif investasi yang menarik karena nilainya relatif stabil.
Analisis Teknikal Harga Emas
Secara teknikal, pergerakan harga emas masih menunjukkan tren yang relatif positif.
Jika dilihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) dalam kerangka waktu harian, posisi RSI berada di level 56.
Angka tersebut berada di atas level 50 yang menandakan bahwa harga emas masih berada dalam zona bullish.
Namun indikator lain, yaitu Stochastic RSI, berada di level 40 yang menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup kuat dalam jangka pendek.
Dengan kombinasi indikator tersebut, analis memperkirakan harga emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan.
Untuk perdagangan hari ini, level resisten terdekat berada di kisaran US$5.188 per troy ons.
Jika level tersebut berhasil ditembus, maka harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level US$5.207 per troy ons.
Dalam skenario paling optimistis, harga emas bahkan bisa mencapai level US$5.314 per troy ons.
Namun investor juga perlu mencermati potensi koreksi.
Jika harga emas justru mengalami penurunan, maka level US$5.159 per troy ons akan menjadi pivot point yang penting.
Dari titik tersebut, harga emas bisa menguji area support di kisaran US$5.156 hingga US$5.113 per troy ons.
Sementara itu, dalam skenario paling pesimistis, level support terjauh berada di sekitar US$5.013 per troy ons.
Prospek Investasi Emas ke Depan
Meski mengalami fluktuasi dalam jangka pendek, emas masih dipandang sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif aman dalam jangka panjang.
Banyak investor memanfaatkan emas sebagai sarana diversifikasi portofolio sekaligus perlindungan terhadap risiko inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Di Indonesia, minat masyarakat terhadap investasi emas juga terus meningkat, terutama melalui layanan digital seperti tabungan emas.
Selain lebih mudah diakses, investasi emas melalui platform digital juga memungkinkan masyarakat membeli emas dalam jumlah kecil secara bertahap.
Kondisi ini membuat emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat, terutama bagi inv estor pemula.
Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor global seperti kebijakan suku bunga, dinamika geopolitik, serta kondisi ekonomi dunia.
Investor pun disarankan untuk terus mencermati perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan berbagai dinamika tersebut, emas diperkirakan masih akan menjadi salah satu komoditas yang paling diperhatikan oleh pelaku pasar sepanjang tahun ini.*
Inung R Sulistyo






Harga emas di PT Pegadaian pada 5 Maret 2026 tercatat turun untuk cetakan UBS dan Galeri24. Sementara emas Antam belum tercantum di laman Sahabat Pegadaian. Di sisi lain, harga emas dunia justru menguat.