Daftar 8 Orang Terkaya di Indonesia 2026: Prajogo Pangestu Hampir Rp500 Triliun, Raja Data Center Ikut Masuk

  • Inung R Sulistyo
  • Jumat, 06 Maret 2026 | 03:21 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo
Deretan konglomerat papan atas Indonesia seperti Dato Sri Tahir, Anthoni Salim, dan Prajogo Pangestu mendominasi daftar orang terkaya Indonesia 2026 dengan nilai kekayaan yang terus melonjak di tengah dinamika ekonomi global.
Deretan konglomerat papan atas Indonesia seperti Dato Sri Tahir, Anthoni Salim, dan Prajogo Pangestu mendominasi daftar orang terkaya Indonesia 2026 dengan nilai kekayaan yang terus melonjak di tengah dinamika ekonomi global. (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

RIWARA.id - Daftar orang terkaya di Indonesia kembali menjadi sorotan pada 2026. Di tengah dinamika ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, hingga transformasi digital yang semakin cepat, sejumlah konglomerat nasional tetap mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kekayaannya hingga ratusan triliun rupiah.

Berdasarkan data terbaru yang dirangkum riwara.id pada hari ini, Jumat, 6 Maret 2026 dari berbagai laporan kekayaan global hingga 6 Maret 2026, nama pengusaha energi dan petrokimia Prajogo Pangestu masih kokoh berada di posisi puncak sebagai orang terkaya di Indonesia.

Taipan yang dikenal sebagai pemilik kerajaan bisnis Barito ini mencatatkan total kekayaan sekitar US$29,4 miliar atau setara Rp496,93 triliun. Nilai tersebut membuatnya tidak hanya menjadi orang terkaya di Indonesia, tetapi juga menempatkannya di posisi ke-80 orang terkaya dunia.

Kekayaan Prajogo Pangestu sebagian besar berasal dari bisnis energi, petrokimia, dan kehutanan yang berada di bawah payung Barito Pacific. Dalam beberapa tahun terakhir, grup bisnisnya juga terus memperluas investasi di sektor energi baru dan infrastruktur.

Lonjakan nilai saham perusahaan-p erusahaan yang terafiliasi dengan Barito menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kekayaan Prajogo melonjak signifikan.

Sukanto Tanoto dan Kerajaan Bisnis Global

Di posisi kedua daftar orang terkaya Indonesia terdapat nama Sukanto Tanoto, pendiri konglomerasi global Royal Golden Eagle.

Kelompok usaha ini dikenal memiliki jaringan bisnis besar yang bergerak di berbagai sektor strategis seperti pulp dan kertas, energi, kelapa sawit, hingga pengolahan sumber daya alam.

Total kekayaan Sukanto Tanoto diperkirakan mencapai US$23,9 miliar atau sekitar Rp403,97 triliun. Angka tersebut membuatnya berada di posisi ke-108 orang terkaya dunia.

Royal Golden Eagle sendiri memiliki operasi bisnis di berbagai negara dan menjadi salah satu perusahaan manufaktur sumber daya alam terbesar di dunia. Perusahaan-perusahaan yang berada di bawah grup ini juga memiliki peran besar dalam industri pulp dan energi global.

Raja Batu Bara dari Bayan Resources

Posisi ketiga ditempati oleh pengusaha tambang batu bara Low Tuck Kwong.

Ia merupakan pendiri perusahaan tambang raksasa PT Bayan Resources Tbk yang menjadi salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia.

Kekayaan Low Tuck Kwong diperkirakan mencap ai US$19,2 miliar atau sekitar Rp324,53 triliun.

Bisnis batu bara yang masih menjadi tulang punggung energi di banyak negara membuat sektor ini tetap menghasilkan keuntungan besar bagi perusahaan-perusahaan tambang besar seperti Bayan Resources.

Meski dunia tengah bergerak menuju energi terbarukan, permintaan batu bara dari sejumlah negara berkembang masih tinggi, sehingga mendorong kinerja perusahaan tetap kuat.

Dominasi Hartono Bersaudara dari Grup Djarum

Nama keluarga Hartono juga masih menjadi bagian penting dalam daftar orang terkaya Indonesia.

Pengusaha rokok sekaligus investor teknologi Budi Hartono menempati posisi keempat dengan kekayaan sekitar US$16,2 miliar atau Rp273,82 triliun.

Sebagian besar kekayaan Budi Hartono berasal dari kerajaan bisnis Djarum Group yang memiliki portofolio usaha luas mulai dari industri rokok, perbankan, teknologi, hingga properti.

Selain itu, keluarga Hartono juga dikenal sebagai pemegang saham terbesar di Bank Central Asia yang menjadi salah satu bank swasta terbesar di Indonesia.

Sementara itu, saudara kandungnya, Michael Hartono, juga masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia dengan total kekayaan sekitar US$14,7 miliar atau Rp248,46 triliun.

Keberhasilan bisnis keluarga Hartono dalam membangun diversifikasi usaha menjadi salah satu faktor utama yang membuat kekayaan mereka tetap stabil selama puluhan tahun.

Anthoni Salim dan Dominasi Industri Pangan

Di posisi kelima terdapat nama Anthoni Salim, pengusaha yang dikenal sebagai pemilik konglomerasi makanan dan minuman Indofood.

Grup Indofood merupakan salah satu produsen makanan terbesar di Asia Tenggara dengan berbagai produk yang sangat populer di Indonesia.

Total kekayaan Anthoni Salim diperkirakan mencapai US$14,7 miliar atau setara Rp248,46 triliun.

Meski sepanjang tahun kekayaannya sempat mengalami penurunan sekitar 7,7 persen atau sekitar US$1,2 miliar, posisi Anthoni Salim dalam daftar orang terkaya Indonesia tetap bertahan di lima besar.

Hal ini menunjukkan kuatnya bisnis sektor makanan dan kebutuhan pokok yang relatif stabil meskipun kondisi ekonomi global mengalami gejolak.

Dato Sri Tahir dan Imperium Mayapada

Di posisi ketujuh terdapat tokoh filantropis sekaligus pengusaha perbankan Dato Sri Tahir.

Pendiri Mayapada Group ini memiliki berbagai lini bisnis mulai dari perbankan, kesehatan, properti hingga media.

Kekayaannya diperkirakan mencapai US$12,6 miliar atau sekitar Rp212,97 triliun, yang menempatkannya di posisi ke-252 orang terkaya dunia.

Beberapa perusahaan yang berada di bawah naungan grupnya antara lain PT Bank Mayapada International Tbk, PT Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk yang mengelola jaringan rumah sakit Mayapada Hospital, serta perusahaan properti PT Maha Properti I ndonesia Tbk.

Selain dikenal sebagai pengusaha sukses, Tahir juga dikenal luas sebagai filantropis yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di Indonesia maupun dunia.

Otto Toto Sugiri, Raja Data Center Indonesia

Menariknya, daftar orang terkaya Indonesia juga diisi oleh tokoh teknologi.

Nama Otto Toto Sugiri masuk dalam jajaran orang terkaya Indonesia dengan total kekayaan sekitar US$8,8 miliar atau Rp148,74 triliun.

Otto dikenal sebagai pendiri sekaligus Direktur Utama PT DCI Indonesia Tbk, perusahaan penyedia layanan pusat data terbesar di Indonesia.

Selain itu, ia juga merupakan salah satu pendiri PT IndoInternet Tbk, perusahaan penyedia layanan internet yang berperan penting dalam perkembangan industri digital nasional.

Perkembangan ekonomi digital yang pesat dalam beberapa tahun terakhir membuat bisnis data center menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

Karena itu, tidak mengherankan jika Otto Toto Sugiri sering dijuluki sebagai “Bill Gates-nya Indonesia”.

Potret Konglomerasi Indonesia

Daftar orang terkaya Indonesia 2026 menunjukkan bahwa sektor energi, sumber daya alam, perbankan, makanan, hingga teknologi digital masih menjadi sumber utama kekayaan para konglomerat nasional.

Di sisi lain, munculnya pengusaha teknologi dalam daftar ini menunjukkan bahwa transformasi digital mulai mengubah peta kekayaan di Indonesia.

Dengan semakin berkembangnya ekonomi digital dan investasi di sektor teknologi, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan daftar orang terkaya Indonesia akan semakin banyak diisi oleh para pengusaha teknologi.

Daftar 8 Orang Terkaya Indonesia 2026

Prajogo Pangestu – US$29,4 miliar

Sukanto Tanoto – US$23,9 miliar

Low Tuck Kwong – US$19,2 miliar

Budi Hartono – US$16,2 miliar

Anthoni Salim – US$14,7 miliar

Michael Hartono – US$14,7 miliar

Dato Sri Tahir – US$12,6 miliar

Otto Toto Sugiri – US$8,8 miliar*

Daftar orang terkaya di Indonesia 2026 masih dipimpin Prajogo Pangestu dengan kekayaan hampir Rp500 triliun. Berikut daftar lengkap 8 konglomerat terkaya Indonesia dari sektor energi, perbankan hingga teknologi.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News