RIWARA.id, SURABAYA - Pergerakan pasar saham Indonesia pada awal perdagangan Kamis (5/3/2026) menunjukkan sentimen positif yang kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melonjak tajam dan langsung bertahan di zona hijau, didorong oleh penguatan saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan.
Pada sekitar 20 menit pertama perdagangan, IHSG tercatat menguat 2,12% ke level 7.737,51. Penguatan tersebut menempatkan indeks acuan pasar modal Indonesia kembali mendekati level psikologis 7.800.
Sepanjang sesi awal perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 7.681,68 hingga 7.765,61, mencerminkan optimisme pelaku pasar yang kembali memburu saham-saham unggulan setelah beberapa sesi sebelumnya mengalami volatilitas.
Lonjakan IHSG kali ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap pasar saham domestik masih relatif kuat, terutama terhadap emiten dengan fundamental besar yang selama ini menjadi tulang punggung indeks.
Ak tivitas Transaksi Menggeliat
Selain kenaikan indeks, aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia juga terlihat meningkat. Berdasarkan data perdagangan, volume transaksi mencapai 7,25 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp3,68 triliun.
Frekuensi transaksi yang tercatat mencapai 390.916 kali, menunjukkan aktivitas jual beli yang cukup ramai di awal sesi perdagangan.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 576 saham tercatat menguat, sementara 74 saham mengalami penurunan, dan 68 saham stagnan tanpa perubahan harga.
Komposisi tersebut mencerminkan dominasi sentimen positif di pasar, dengan jumlah saham yang naik jauh lebih besar dibandingkan yang turun.
Penguatan luas seperti ini biasanya menandakan adanya aliran dana masuk ke pasar saham, baik dari investor domestik maupun investor asing yang kembali memburu saham-saham berkapitalisasi besar.
Saham Bank Jadi Motor Penggerak
Kenaikan IHSG pada sesi pagi ini tidak terlepas dari performa impresif saham-saham perbankan besar atau yang sering disebut sebagai big banks.
Saham perbankan memiliki bobot besar dalam perhitungan indeks, sehingga setiap pergerakan harga saham di sektor ini akan memberikan dampak signifikan terhadap IHSG secara keseluruhan.
Salah satu saham yang menjadi penggerak utama adalah BBCA milik PT Bank Central Asia Tbk.
Pada perdagangan pagi ini, saham BBCA tercatat menguat 2,18% ke level Rp7.025 per saham. Aktivitas transaksi saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut juga cukup tinggi, dengan sekitar 21 juta saham berpindah tangan dan nilai transaksi mencapai Rp151 miliar.
Selain BBCA, saham perbankan lain yang ikut mendorong kenaikan indeks adalah BBRI milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Saham BBRI tercatat naik 1,64% ke posisi Rp3.750 per saham, dengan volume transaksi sekitar 20 juta saham dan nilai perdagangan mencapai Rp76 miliar.
Penguatan saham bank ini menjadi indikator bahwa investor masih memandang sektor perbankan sebagai salah satu sektor paling stabil di tengah dinamika ekonomi global.
Deretan Saham Big Caps Penopang IHSG
Selain dua bank besar tersebut, sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan IHSG pada perdagangan pagi ini.
Berdasarkan data pasar, berikut beberapa saham yang menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks:
PT Bank Central Asia Tbk menyumbang 11,88 poin
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyumbang 9,5 poin
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyumbang 7,88 poin
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyumbang 5,45 poin
PT Amman Mineral Internasional Tbk menyumbang 5,32 poin
PT Astra International Tbk menyumbang 5,13 poin
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk menyumbang 4,55 poin
PT MD Entertainment Tbk menyumbang 3,99 poin
PT Bumi Resources Minerals Tbk menyumbang 3,74 poin
PT Merdeka Battery Materials Tbk menyumbang 3,29 poin
Dominasi saham-saham berkapitalisasi besar dalam daftar tersebut menegaskan bahwa reli IHSG kali ini ditopang oleh emiten-emiten utama yang memiliki kapitalisasi pasar besar dan likuiditas tinggi.
Sentimen Pasar Global Ikut Mendorong
Penguatan IHSG juga tidak bisa dilepaskan dari perkembangan sentimen global yang relatif positif dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah indikator ekonomi global menunjukkan kondisi yang lebih stabil dibandingkan sebelumnya, terutama setelah data aktivitas ekonomi di Amerika Serikat menunjukkan sinyal ekspansi.
Investor global mulai kembali masuk ke aset berisiko, termasuk pasar saham negara berkembang seperti Indonesia.
Selain itu, stabilitas harga komoditas dunia juga memberikan dukungan terhadap saham-saham berbasis sumber daya alam yang banyak tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Hal ini terlihat dari penguatan saham-saham sektor tambang dan energi yang turut memberikan kontribusi terhadap kenaikan indeks.
Kepercayaan Investor Mulai Pulih
Reli IHSG pada awal perdagangan hari ini juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik.
Indonesia dinilai masih memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi yang terkendali, hingga sektor perbankan yang relatif sehat.
Perbankan nasional, khususnya bank-bank besar, selama ini menjadi tulang punggung stabilitas sistem keuangan Indonesia.
Kinerja laba yang konsisten serta ekspansi kredit yang tetap terjaga membuat saham perbankan tetap menjadi pilihan utama investor.
Selain itu, arus dana asing yang kembali masuk ke pasar saham domestik juga menjadi faktor penting yang mendorong kenaikan IHSG.
Investor asing biasanya lebih tertarik pada saham-saham big caps karena likuidita snya tinggi dan dianggap lebih aman dibandingkan saham berkapitalisasi kecil.
Prospek IHSG ke Depan
Sejumlah analis pasar menilai bahwa IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek apabila sentimen global tetap kondusif.
Level 7.800 dipandang sebagai salah satu area resistensi psikologis yang akan menjadi target berikutnya bagi indeks.
Jika level tersebut berhasil ditembus, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area 8.000 yang selama ini menjadi target optimistis para pelaku pasar.
Namun demikian, investor tetap disarankan untuk mencermati berbagai risiko yang dapat memicu volatilitas pasar, termasuk dinamika suku bunga global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta perkembangan geopolitik dunia.
Investor Diminta Tetap Waspada
Meski pasar sedang bergerak positif, para analis tetap mengingatkan investor agar tidak terlena oleh euforia jangka pendek.
Pergerakan pasar saham sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal yang dapat berubah dengan cepat.
Strategi investasi yang disiplin dan berbasis fundamental tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika pasar.
Diversifikasi portofolio juga dinilai penting agar investor dapat meminimalkan risiko ketika terjadi koreksi pasar.
Dengan berbagai faktor yang ada, pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global serta perkembangan ekonomi domestik.
Namun untuk saat ini, reli awal perdagangan Kamis memberikan sinyal bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki daya tarik kuat di mata investor.*< /p>
Inung R Sulistyo






Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 2,12% ke level 7.737 pada perdagangan pagi ini. Penguatan dipimpin saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang mencatat kenaikan signifikan.