Pemprov Jateng Beri Fasilitas Khusus Bagi Difabel yang Ikut Mudik Gratis, Ini Layanannya

  • Ayu Abriyani
  • Selasa, 17 Maret 2026 | 04:57 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ayu Abriyani
Pemprov Jateng Beri Fasilitas Khusus Bagi Difabel yang Ikut Mudik Gratis
Pemprov Jateng Beri Fasilitas Khusus Bagi Difabel yang Ikut Mudik Gratis (Foto: Instagram.com/@jatengprov.go.id)

RIWARA.id - Program Mudik Gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) tidak hanya dimanfaatkan para pekerja informal.

Para penyandang disabilitas juga bisa ikut merasakan manfaat program ini dengan pelayanan khusus dari Pemprov Jateng, yang dinilai ramah difabel.

Salah satu peserta mudik gratis dari kalangan difabel adalah Agus. Ia adalah pemudik tunanetra yang akan pulang ke Kota Surakarta atau Kota Solo.

Ia mengaku senang bisa kembali ikut program mudik gratis setelah terhenti beberapa tahun karena pandemi.

“Senang bisa ikut mudik gratis lagi. Saya dapat info program ini saat mendengarkan radio,” kata Agus, yang dikutip Riwara.id dari akun Instagram @jatengprov.go.id, Selasa 17 Maret 2026.

Saat keberangkatan mudik gratis, bus yang ia naiki berangkat dari halaman Museum Purna Bhakti TMII, Jakarta, pada Senin 16 Maret 2026.

Agus mengungkapkan program mudik gratis tersebut sangat berarti baginya. Tanpa harus memikirkan biaya perjalanan, uang yang ia miliki bisa digunakan untuk kebutuhan lain.

"Uang membeli tiket bus bisa untuk biaya makan, membeli baju dan celana. M udik gratis ini membantu sekali, karena saya tidak harus keluar biaya naik bus,” ujarnya.

Di Jakarta, sehari-hari Agus bekerja serabutan membantu rekannya, mulai dari mencuci sprei hingga jasa pijat.

Ia berharap program mudik gratis tetap dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang, agar memberikan keringanan kepada masyarakat.

Agus juga mengungkapkan jika pelayanan bagi pemudik disabilitas cukup baik. Ia dibantu petugas sejak tiba di lokasi hingga naik bus keberangkatan.

“Tadi diantar ke sini, dilayani juga. Bagus, memuaskan. Semoga tahun depan bisa mudik gratis lagi,” imbuh Agus.

Hal senada juga disampaikan Sugiyanto, penyandang difabel yang akan mudik ke Kabupaten Boyolali.

Ia menilai antusias masyarakat dalam mengikuti program mudik gratis tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Sugiyanto, mayoritas peserta mudik gratis berasal dari pekerja nonformal seperti buruh harian, pekerja rumah tangga, pekerja proyek bangunan, hingga pengemudi ojek online.

Ia menilai, pelayanan peserta mudik gratis untuk kalangan difabel dan lansia terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun.

“Para peserta mudik gratis dari kalangan difabel dan lansia terlayani dengan baik. Ada prioritas pendaftaran juga di Badan Penghubung,” ungkapnya.

Program mudik gratis ini juga melibatkan berbagai paguyuban perantau Jawa Tengah yang ada di Jakarta.

Humas Perkumpulan Masyarakat Batang, Mardiyono, mengatakan antusiasme masyarakat yang mengikuti program mudik gratis sangat tinggi setiap tahunnya.

“Antusiasnya luar biasa. Banyak pekerja informal seperti penjahit, buruh, pedagang, dan ibu rumah tangga yang ikut program mudik gratis,” kata Mardiyono.

Menurutnya, jumlah kuota bus sering kali belum mampu menampung seluruh pendaftar mudik gratis. Untuk itu, ia berharap ke depan jumlah armada bisa ditambah.

“Kami berharap ke depan armada bus bisa ditambah karena antrean pendaftarnya masih panjang,” tuturnya.

Saat melepas keberangkatan para peserta mudik gratis, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berpesan agar program tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal. Program mudik gratis ini mengusung slogan Jateng Mudik Gampang, Balik Tenang.

Pemprov Jateng memberi fasilitas khusus bagi Difabel yang mengikuti program Mudik Gratis untuk kenyamanan dan keamanan masyarakat.

Foto Editor
Author : Ayu Abriyani

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

Topic News