Doa Lailatul Qadar yang Dianjurkan Rasulullah SAW, Amalkan di 10 Malam Terakhir Ramadhan

  • Inung R Sulistyo
  • Senin, 16 Maret 2026 | 22:35 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo
Suasana masjid pada malam Ramadhan dengan langit bertabur bintang dan bulan sabit, menggambarkan kemuliaan malam Lailatul Qadar yang disebut lebih baik daripada seribu bulan, saat umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan ibadah.
Suasana masjid pada malam Ramadhan dengan langit bertabur bintang dan bulan sabit, menggambarkan kemuliaan malam Lailatul Qadar yang disebut lebih baik daripada seribu bulan, saat umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan ibadah. (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

RIWARA.ID – Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam ajaran Islam. Malam yang penuh keberkahan ini diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan dan disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Keistimewaan malam tersebut membuat umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, doa, serta memohon ampun kepada Allah SWT. Segala amal kebaikan yang dilakukan pada malam itu diyakini dilipatgandakan pahalanya.

Dalam ajaran Islam, malam Lailatul Qadar tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga kesempatan besar bagi seorang hamba untuk memperbaiki diri, memohon ampunan, dan berharap mendapatkan rahmat Allah SWT.

Malam Lebih Baik dari Seribu Bulan

Keutamaan malam Lailatul Qadar disebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an, yaitu pada Surah Al-Qadr. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki nilai ibadah yang sangat besar, bahkan melebihi ibadah yang dilakukan selama seribu bulan.

Artinya, satu malam ibadah pada malam Lailatul Qadar dapat bernilai lebih besar daripada ibadah selama puluhan tahun.

Karena keistimewaan tersebut, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan berbagai bentuk ibadah, seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa.

Doa yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Salah satu amalan utama yang dianjurkan ketika berjumpa malam Lailatul Qadar adalah memperbanyak doa memohon ampunan kepada Allah SWT.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadis dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha. Dalam hadis tersebut, Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai doa yang sebaiknya dibaca jika seseorang menjumpai malam Lailatul Qadar.

Rasulullah SAW kemudian mengajarkan sebuah doa yang sangat terkenal di kalangan umat Islam:

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ، مَا أَدْعُو بِهِ؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya:

“Dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku menjumpa i malam Lailatul Qadar, doa apa yang sebaiknya aku baca?’ Rasulullah SAW menjawab: Bacalah: Allahumma innaka ‘afuwwun karimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
(HR Tirmidzi)

Doa tersebut memiliki makna yang sangat dalam, yaitu memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pemaaf dan Maha Mulia.

Bacaan Doa Lailatul Qadar

Berikut bacaan doa yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka ‘afuwwun karimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Dalam riwayat lain disebutkan redaksi yang sedikit berbeda:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Kedua redaksi doa tersebut memiliki makna yang sama, sehingga keduanya dapat dibaca oleh umat Islam dalam memohon ampunan kepada Allah SWT.

Keutamaan Memperbanyak Doa

Para ulama menjelaskan bahwa memperbanyak doa pada malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang sangat besar.

Salah satu ulama besar Islam, Imam Ibn Rajab al-Hanbali (wafat 795 H), dalam kitabnya Lathaif al-Ma’arif menjelaskan bahwa di antara amalan utama pada malam Lailatul Qadar adalah berdoa dengan sungguh-sungguh.

Beliau bahkan mengutip pendapat ulama tabi’in terkemuka, Sufyan ats-Tsauri, yang menyatakan bahwa berdoa pada malam Lailatul Qadar lebih ia sukai daripada memperbanyak shalat.

وَأَمَّا الْعَمَلُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، قَالَ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ: الدُّعَاءُ فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ

Artinya:

“Adapun amalan pada malam Lailatul Qadar, Sufyan ats-Tsauri berkata: ‘Berdoa pada malam Lailatul Qadar lebih aku sukai daripada shalat.’”

Namun maksud pernyataan tersebut bukan berarti meninggalkan shalat, melainkan menekankan pentingnya memperbanyak doa kepada Allah SWT.

Ibn Rajab menjelaskan bahwa memperbanyak doa bisa menjadi amalan yang lebih utama jika shalat yang dilakukan tidak disertai dengan banyak doa. Sebaliknya, jika seseorang membaca Al-Qur’an sekaligus berdoa dan memohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka itu merupakan amalan yang sangat baik.

Lailatul Qadar Tidak Diketahui Secara Pasti

Dalam ajaran Islam, waktu pasti terjadinya malam Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti.

Namun Rasulullah SAW memberika n petunjuk bahwa malam tersebut kemungkinan besar berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.

Selain shalat malam dan membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama dengan membaca doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Dibaca Sepanjang Ramadhan

Doa Lailatul Qadar tidak hanya dibaca pada satu malam tertentu. Banyak ulama menganjurkan agar doa tersebut dibaca sepanjang bulan Ramadhan, khususnya pada sepuluh malam terakhir atau yang dikenal dengan istilah ‘asyrul awakhir.

Dengan membaca doa tersebut setiap malam, seorang muslim berharap bisa mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar, meskipun ia tidak mengetahui secara pasti kapan malam itu terjadi.

Selain itu, doa tersebut juga sarat dengan makna spiritual yang mendalam, karena berisi permohonan ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa yang telah dilakukan.

Pada akhirnya, Lailatul Qadar menjadi momentum bagi setiap muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki amal ibadah, dan berharap mendapatkan rahmat serta ampunan-Nya.

Siapa pun yang bersungguh-sungguh menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan ibadah dan doa, diharapkan dapat meraih keberkahan malam yang lebih baik daripada seribu bulan tersebut.

Wallāhu a‘lam bis shawāb.*

Doa Lailatul Qadar yang diajarkan Rasulullah SAW untuk dibaca pada 10 malam terakhir Ramadhan. Simak bacaan Arab, latin, arti, dan keutamaannya.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News