RIWARA.id – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menemui Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa 1 September 2026. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Saat itu, Menteri Kebudayaan yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan menghadap Presiden Prabowo untuk melaporkan sejumlah usulan yang disampaikan oleh kementerian/lembaga maupun masyarakat.
Usulan tersebut berkaitan dengan pemberian gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh dan insan masyarakat yang dinilai telah memberikan jasa dan kontribusi, serta manfaat istimewa bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Selain itu, mereka juga memiliki rekam jejak pengabdian yang patut dihargai dan menjadi teladan bagi masyarakat.
Laporan dari Kementerian Kebudayaan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan Presiden Prabowo dalam menentukan pemberian gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Beberapa Usulan Pahlawan Nasional
Sebelumnya, Fadli Zon telah menerima beberapa usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional, salah satunya dari Gorontalo. “Bersama Gubernur Gorontalo, kami membahas proses lanjutan pengusulan Prof Dr dr H Aloei Saboe dan HB Jassin sebagai calon Pahlawan Nasional,” kata Fadli Zon, dikutip Riwara.id dari akun Instagram pribadinya, Rabu 2 September 2026.
Kedua tokoh yang diusulkan tersebut memiliki kontribusi besar bagi bangsa, yaitu dalam perjuangan kemerdekaan dan perkembangan sastra di Indonesia. Fadli Zon berharap pengusulan ini berjalan dengan lancar sehingga semakin banyak kisah perjuangan dari berbagai daerah yang dapat dikenal oleh generasi penerus.
“Pengusulan sebutan Pahlawan Nasional bukan hanya tentang sebuah gelar, tetapi tentang mengenali dan menghargai jejak pengabdian putra-putri daerah bagi bangsa dan negara,” imbuh Fadli Zon.
Selain itu, beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) juga mengusulkan 7 tokoh di Jateng untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Dua tokoh itu di antaranya adalah KH Sholeh Darat dari Kota Semarang dan Raden Mas Margono Djojohadikusumo dari Banyumas.
Raden Mas Margono Djojohadikusumo memiliki jasa besar dalam bidang perekonomian pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Ia dikenal sebagai tokoh yang berperan dalam pendirian Bank Negara Indonesia (BNI) yang hingga kini masih eksis.
Sementara, KH Sholeh Darat adalah seorang ulama besar nusantara dari Semarang. Ia menjadi mahaguru bagi para pendiri organisasi Islam besar di Indonesia, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menemui Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor pada Selasa 1 September 2026. Pertemuan itu membahas usulan pemberian tanda kehormatan.