Sayap Pesawat "Berantakan" saat Mendarat, Ini Fungsi Utama Spoiler

Rabu, 02 September 2026 | 12:02 WIB
Perangkat spoiler di sayat pesawat Boeing 737-800 terbuka saat mendarat
Perangkat spoiler di sayat pesawat Boeing 737-800 terbuka saat mendarat (Foto: Ari Kristyono)

RIWARA.id – Penumpang penerbangan komersial bisa melihat dari jendela, saat pesawat mendarat bagian atas sayap akan terlihat "berantakan." Ada keping-keping logam yang mencuat tegak, memperlihatkan bagian dalam sayap yang rumit, mengesankan ada kulit yang membungkus area itu membuka tiba-tiba.

Penggunaan spoiler pada sayap pesawat terbang sering kali disalahartikan oleh masyarakat umum. Banyak yang menganggap panel di atas sayap tersebut berfungsi utama untuk mengurangi kecepatan pesawat saat mendarat. Padahal, fungsi dasarnya jauh lebih krusial dari sekadar rem udara.

Klarifikasi ini mencuat setelah edukator penerbangan Lucas Bernacer melalui akun X @LucasBernacer membagikan penjelasannya mengenai mekanisme kerja pesawat saat menyentuh landasan pacu. Ia menegaskan bahwa persepsi umum mengenai fungsi spoiler sebagai penghambat laju utama adalah hal yang keliru.

Saat panel spoiler terangkat ke atas ketika pesawat mendarat, alat tersebut bekerja merusak aliran udara di atas permukaan sayap. Proses ini secara drastis mengurangi daya angkat (lift) yang dihasilkan oleh sayap pesawat.

Selama sayap masih menghasilkan daya angkat, badan pesawat akan terus mengapung dan tertahan oleh udara. Kondisi ini menahan bobot pesawat agar tidak sepenuhnya menumpuk pada roda pendaratan.

Dengan dibukanya spoiler, daya angkat sayap seketika hilang secara signifikan. Efeknya, seluruh bobot badan pesawat mendadak berpindah penuh ke sistem roda pendaratan utama (landing gear).

Penumpukan beban pada roda ini menjadi kunci utama dalam proses penghentian laju pesawat di darat. Makin besar beban yang ditanggung oleh roda, makin optimal pula cengkeraman ban terhadap permukaan landasan pacu.

Kondisi tersebut membuat sistem pengereman mekanis pada roda bekerja jauh lebih efektif. Gesekan antara ban dan landasan pacu meningkat tajam sehingga jarak henti pesawat bisa dipangkas dengan aman.

Pernyataan Bernacer ini didukung oleh praktisi penerbangan lain, GaboAir, yang mengutip panduan resmi dari pabrikan pesawat Boeing. Manual teknis pabrikan terkemuka itu mengonfirmasi mekanisme operasional spoiler atau speedbrakes.

Boeing mencatat bahwa pengereman darat akan berkurang drastis jika spoiler gagal mengembang tepat setelah roda pesawat menyentuh tanah (touchdown). Kehilangan daya angkat sayap adalah syarat mutlak agar rem roda bekerja maksimal.

Jika spoiler tidak aktif, pesawat berisiko mengalami hydroplaning atau tergelincir, terutama saat melintasi landasan pacu yang basah atau licin. Tanpa bobot penuh yang menekan roda, rem hanya akan membuat ban terseret tanpa menghentikan laju pesawat secara efektif.

Meskipun panel spoiler memang menambah hambatan aerodinamis (drag), efek penurunan kecepatan yang dihasilkannya hanyalah dampak sekunder. Fungsi primer dari komponen ini tetaplah pemindahan bobot secara mendadak ke roda pendaratan.

Sistem spoiler biasanya bekerja secara otomatis saat sensor roda mendeteksi benturan dengan landasan pacu. Inovasi ini menjadi salah satu fitur keselamatan paling krusial dalam dunia penerbangan modern untuk mencegah pesawat keluar dari jalur landasan. (*)

 

Bukan cuma menahan laju, ini fungsi utama spoiler pesawat saat mendarat untuk memaksimalkan rem roda dan mencegah kecelakaan.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories