Siap-Siap Lepas LPG! Pemerintah Resmi Uji Coba Tabung CNG 3 Kg, Ini Keunggulannya

Selasa, 01 September 2026 | 16:48 WIB
Compressed Natural Gas
Compressed Natural Gas (Foto: PGN)

RIWARA.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menggelar uji coba penggunaan tabung Gas Alam Terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kilogram secara terbatas langsung kepada masyarakat.

Uji coba perdana ini dilaksanakan di lingkungan internal Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk memetakan kinerja teknis sekaligus pola penggunaan tabung di tingkat konsumen.

Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mencari energi alternatif penganti tabung LPG 3 kg yang selama ini masih bergantung pada pasokan impor.

Sebagaimana dikutip dari InfoPublik, Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengonfirmasi pelaksanaan tahap pengujian energi baru tersebut usai menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Laode menjelaskan bahwa uji coba yang berlangsung selama satu bulan ini menandai pergeseran fokus evaluasi dari yang sebelumnya sebatas keandalan fisik tabung menjadi respons pengguna langsung.

"September ini kami akan dapatkan hasil evaluasi, bukan hanya dari sisi kinerja tabung, melainkan juga dari sisi bagaimana dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Laode dalam keterangan resminya.

Pemerintah menargetkan hasil pengujian di lapangan dapat memberikan data komprehensif mengenai tingkat keamanan, efisiensi, dan kemudahan penggunaan tabung CNG 3 kg sebelum diluncurkan secara luas.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa teknologi pemanfaatan CNG sebenarnya bukanlah hal baru di industri energi nasional.

Gas alam terkompresi ini telah lama diaplikasikan pada sektor komersial seperti perhotelan, restoran, dan kafe (horeka), hingga menyokong program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hanya saja, penggunaan CNG pada sektor komersial tersebut selama ini masih mengandalkan wadah tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram.

Tantangan teknis utama dalam mengecilkan skala tabung menjadi ukuran 3 kg terletak pada perbedaan tingkat tekanan gas yang sangat signifikan.

Teknologi tabung CNG harus mampu menahan tekanan gas yang mencapai 200 hingga 250 bar, jauh lebih tinggi dibandingkan tabung LPG biasa yang hanya berkisar antara 5 hingga 10 bar.

Oleh karena itu, pemerintah bersama tim ahli pengujian terus melakukan kajian mendalam terkait material dan standar keselamatan tabung agar benar-benar aman saat dipakai masyarakat umum.

Langkah alih teknologi dari LPG ke CNG berbasis gas alam domestik ini diharapkan mampu menekan angka ketergantungan impor energi nasional secara bertahap di masa mendatang. (*)

 

Kementerian ESDM resmi uji coba tabung CNG 3 kg pengganti LPG. Cek keunggulan dan progres pengujiannya di sini!

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories