Ratusan Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Massal Usai Santap Menu MBG, Ini Kronologinya

Selasa, 01 September 2026 | 21:33 WIB
Ilustrasi keracunan makanan MBG
Ilustrasi keracunan makanan MBG (Foto: Open AI)

SIDOARJO, RIWARA.ID – Ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dilarikan ke sejumlah rumah sakit pada Selasa malam, 1 September 2026. Mereka diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, KH Abdul Wahid Harun membenarkan adanya sejumlah santrinya mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan MBG. Menurut Gus Wahid, keluhan yang dirasakan para santri di antaranya mual.

Sedikitnya 100 santri telah terdata mengalami keluhan, meski jumlah tersebut masih dapat bertambah karena proses pendataan masih berlangsung.

“Betul ada yang keracunan. Ini sudah terdata 100 santri, tapi belum tahu jumlah pastinya,” ujar Gus Wahid dikutip dari Radio Suara Surabaya.

Dilarikan ke Tiga Rumah Sakit

Santri yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di Sidoarjo. Diantaranya dibawa ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Rumah Sakit Islam Siti Hajar, dan RS Delta Surya untuk menjalani pemeriksaan serta mendapatkan perawatan.

Gus Wahid mengatakan, keluhan mulai dirasakan para santri sekitar waktu salat Asar. Kondisi tersebut muncul setelah mereka mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program MBG.

“Ini sudah mulai Ashar tadi mual, sehabis mengonsumsi MBG,” katanya.

Baru Dua Bulan Terima MBG

Gus Wahid menjelaskan, waktu pembagian makanan MBG di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam tidak selalu sama setiap hari.

Pada Senin dan Kamis, makanan dibagikan setelah para santri melaksanakan salat Asar. Sementara pada hari lainnya, makanan diberikan setelah shalat Dhuhur dan kemudian langsung dikonsumsi.

Program MBG sendiri telah diterima oleh pesantren tersebut selama sekitar dua setengah bulan. Selama periode tersebut, menurut Gus Wahid, tidak pernah terjadi persoalan serupa.

“Ini baru sekali kejadian. Kami menerima MBG itu baru dua bulan setengah. Sebelumnya baik-baik saja,” ujarnya.

Makanan Berasal dari SPPG yang Sama

Gus Wahid menambahkan, makanan MBG yang selama ini diterima para santri berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.

Meski demikian, pihak pesantren mengaku belum mengetahui secara pasti identitas pemilik SPPG yang menjadi pemasok makanan tersebut.

Di tengah proses penanganan para santri, Bupati Sidoarjo Subandi disebut telah mendatangi lokasi pesantren untuk memantau langsung situasi.

Sementara itu, jumlah pasti santri yang mengalami keluhan masih dalam proses pendataan. Penyebab kejadian juga belum dapat dipastikan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah keluhan kesehatan yang dialami para santri benar-benar berkaitan dengan makanan MBG yang mereka konsumsi. ***

Ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan program MBG. Mereka langsung diangkut ke rumah sakit.

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories