RIWARA.id – Pemerintah Kota Surakarta resmi menerima hasil pemeriksaan laboratorium terkait gangguan kesehatan yang menimpa sejumlah siswa SDII Al Abidin usai mengonsumsi hidangan sekolah akhir Juli 2026.
Berdasarkan pengujian terhadap sampel makanan dan minuman dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun kantin, petugas menemukan kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli).
Bakteri patogen penyebebab gangguan pencernaan tersebut terdeteksi secara spesifik pada sampel buah semangka yang disajikan kepada para siswa.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi membenarkan temuan klinis tersebut setelah seluruh variabel pengujian selesai diperiksa oleh tim laboratorium kesehatan.
"Hasil laboratorium sudah keluar. Dari seluruh variabel yang kami periksa, ditemukan bakteri E. coli pada semangka," tegas Respati di Solo, Rabu (4/8/2026).
Hasil pemeriksaan medis tersebut kini telah diteruskan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pemegang otoritas program di tingkat pusat.
Langkah ini diambil sebagai bahan evaluasi mendalam serta pertimbangan menentukan tindakan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait.
Respati menjelaskan bahwa keputusan mengenai sanksi, penghentian sementara operasional dapur, hingga perbaikan sistem penyajian sepenuhnya berada di bawah kewenangan BGN.
Kendati demikian, peristiwa ini ditegaskannya harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola SPPG di wilayah Kota Surakarta.
Setiap penyedia jasa boga diimbau untuk meningkatkan kehati-hatian ekstra sejak proses pemilihan bahan baku, pencucian, pengolahan, hingga penyajian hidangan.
Pencucian buah segar seperti semangka menuntut kebersihan air dan sanitasi alat yang ketat agar tidak terkontaminasi kuman berbahaya.
"Semoga ini jadi pembelajaran bagi SPPG lainnya agar lebih berhati-hati. Semangat kami adalah mewujudkan Solo Zero Incident SPPG," tambah Respati.
Guna mencegah insiden serupa berulang, Pemkot Surakarta berjanji memperketat pengawasan lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan, BGN, dan pihak sekolah.
Sinergi ketat antarlembaga ini diyakini menjadi kunci utama dalam menjamin seluruh jatah hidangan MBG yang diterima siswa berjalan aman, higienis, dan memenuhi standar kesehatan.
Uji lab temukan bakteri E. coli pada semangka program MBG di Solo. Wali Kota Respati Ardi dorong evaluasi BGN demi Zero Incident.