RIWARA.id – Kementerian Agama memastikan Pura Tadah Uwuk di Bali tetap terjaga kesuciannya sebagai tempat ibadah sekaligus destinasi wisata religi berkelanjutan.
Kepala Kantor Kemenag Klungkung, Putu Indira Bhadrawati, turun langsung melakukan monitoring lapangan guna memastikan pengelolaan kawasan suci tersebut tetap mengedepankan fungsi keagamaan dan pelestarian budaya.
Langkah peninjauan ini sejalan dengan Asta Protas Kemenag bentukan Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk memperkuat rumah ibadah sebagai pusat pembinaan umat yang memberikan dampak sosial-spiritual.
Pura Tadah Uwuk menyimpan narasi spiritual yang amat unik melalui namanya yang secara harfiah berarti "tempat menampung sisa atau sampah".
Secara filosofis, nama itu menandakan simbol penyucian alam tempat segala kekotoran spiritual maupun material dilebur kembali menjadi netral.
Berdasarkan tradisi lisan, berdiri Pura Tadah Uwuk berawal dari peristiwa alam di mana sisa kayu lapuk (uwuk) dan lumpur perbukitan berkumpul di area lembah akibat luapan banjir.
Masyarakat meyakini kawasan ini memiliki energi gaib pembersih yang sanggup menanam dan mensucikan kembali kekotoran dari wilayah atas.
Seiring berjalannya waktu, punden sederhana ini bertransformasi menjadi susunan pura megah yang memiliki tiga tingkatan tata ruang khas Bali.
Kini, pura tersebut diempon krama adat sebagai tempat memohon keselamatan pertanian, keberkahan hidup, hingga perlindungan dari marabahaya.
Namun di balik nilai sejarahnya, Pura Tadah Uwuk terus berhadapan dengan ancaman erosi, tanah longsor, dan bahaya banjir bandang karena posisinya di kontur miring.
Permasalahan kian kompleks kala sisa sampah plastik dari aktivitas manusia terbawa air dan menumpuk di sekitar area suci pura.
Akses jalan yang sempit serta kebutuhan air bersih dan penerangan juga sempat menjadi kendala bagi pamedek saat hari raya besar tiba.
Penetapan pura sebagai tujuan wisata religi diharapkan mampu mendorong pembenahan infrastruktur tanpa mencederai sakralnya tempat peribadatan.
"Wisata religi tidak hanya tentang kunjungan, tetapi bagaimana nilai spiritual dan budaya dapat dirasakan oleh masyarakat," ujar Putu Indira. (*)
Kemenag kawal Pura Tadah Uwuk sebagai tempat ibadah & wisata religi. Intip sejarah peleburan kekotoran hingga tantangan lingkungannya.