RIWARA.id – Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) resmi menerima paket pertama senapan karabin XM8, sebuah varian baru dari senapan tempur M7 berkaliber 6,8x51 mm yang dirancang lebih ringan dan optimal untuk pertempuran jarak dekat.
Informasi yang dikutip dari Turdef menyebutkan bahwa unit 75th US Army Reserve Innovation Command telah menerima unit perdana XM8 tersebut untuk menjalani serangkaian uji coba teknis di lapangan.
Pengembangan XM8 dilakukan sebagai respons langsung atas berbagai kritik terhadap senapan M7 yang dinilai terlalu berat dan kurang lincah saat digunakan dalam ruang sempit.
Meski senapan M7 menawarkan peningkatan performa signifikan untuk jarak jauh, ukuran fisik yang besar serta kapasitas amunisi yang terbatas membuatnya kurang ideal untuk pertempuran jarak dekat.
Kelemahan tersebut tidak hanya memicu kritik dari internal Angkatan Darat AS, tetapi juga menjadi alasan korps marinir AS (USMC) menolak M7 dan memilih bertahan dengan senapan M27 IAR berbasis HK416.
Mendengar masukan tersebut, Angkatan Darat AS bersama produsen senjata SIG mengembangkan XM8 dengan serangkaian modifikasi agar dapat menggantikan peran karabin M4A1 secara lebih efektif.
Sementara itu, senapan M7 standar akan tetap difokuskan untuk menggantikan lini senapan keluarga M16 pada pertempuran jarak menengah dan jauh.
Jika dibandingkan dengan M7 yang memiliki laras 13 inci, varian XM8 dibekali laras lebih pendek berukuran 11 inci serta peredam suara yang lebih ringkas namun lebih tebal.
Selain pemotongan panjang laras, pangkasan bobot juga dilakukan pada bagian receiver untuk memangkas berat total senjata.
Kombinasi modifikasi desain tersebut berhasil mereduksi bobot senjata hingga setengah kilogram dari versi standarnya.
Meski sudah lebih ringan, karabin XM8 yang dilengkapi peredam suara ini dinilai masih cukup berbobot untuk peran pertempuran jarak dekat, yakni mencapai empat kilogram.
Guna menjawab keluhan terkait kapasitas peluru, XM8 kini dilengkapi dengan magazin berisi 25 butir peluru serta beban amunisi yang dirancang lebih ringan.
Langkah ini diambil untuk mengurangi beban tempur prajurit sekaligus memberikan daya tembak yang lebih memadai saat berhadapan dengan musuh di area terbatas.
Kendati membawa sejumlah peningkatan, para pengamat menilai spesifikasi XM8 justru memperlihatkan identitas senjata yang masih ambigu akibat pemaksaan karakter senapan tempur ke dalam tubuh karabin.
Karabin idealnya dituntut untuk mudah dimanipulasi di ruang sempit dan mampu memberikan volume tembakan yang tinggi, bukan sekadar mengejar akurasi presisi layaknya senapan penembak jitu. (*)
AS terima karabin XM8 berbasis M7 yang lebih ringan untuk jarak dekat. Simak spesifikasi dan evaluasinya menurut laporan Turdef.