RIWARA.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memblokir akses akun tiga Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) pada Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh).
Akibat pemblokiran tersebut, ketiga PPIU tidak dapat melakukan input data melalui sistem untuk penyelenggaraan umrah.
Tiga PPIU yang akses akun Siskopatuhnya diblokir Kemenhaj adalah PT Khazanah Tamma Internasional (Hanania Group), PT Tekat Arung Samudra, dan PT Yastha Mandiri. Ketiganya adalah biro perjalanan umrah yang saat ini sedang bermasalah dengan hukum.
Direktur Perizinan dan Akreditasi Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj, Atty Novyanty, mengatakan pemblokiran akses tersebut merupakan bagian dari langkah pengawasan pemerintah terhadap penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah.
“Langkah ini dilakukan Kemenhaj sebagai bentuk perlindungan terhadap jemaah umrah. Kami ingin memastikan penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah dapat berjalan sesuai ketentuan, dan hak-hak jemaah tetap terlindungi,” ujar Atty Novyanty dikutip Riwara.id dari laman haji.go.id, Senin 31 Agustus 2026.
Menurut Atty, Siskopatuh adalah salah satu instrumen pemerintah dalam pengawasan terhadap penyelenggaraan ibadah umrah.
Pemblokiran akses tersebut dilakukan Kemenhaj sebagai bagian dari upaya memastikan kepatuhan PPIU terhadap ketentuan yang berlaku.
Kemenhaj akan terus memperkuat pengawasan terhadap PPIU, termasuk pemantauan data dan aktivitas penyelenggaraan umrah dalam Siskopatuh.
“Pengawasan ini terus kami lakukan dan prinsipnya, seluruh langkah yang diambil Kementerian Haji dan Umrah bertujuan memastikan jemaah mendapatkan layanan yang aman, tertib, dan sesuai ketentuan,” jelas Atty.
Kemenhaj juga mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam memilih PPIU agar tidak tertipu.
Calon jemaah juga disarankan untuk memastikan legalitas serta rekam jejak penyelenggara sebelum mendaftarkan diri untuk perjalanan ibadah umrah.
Penindakan Tegas
Sebelumnya, Kemenhaj telah berkomitmen untuk memperketat pengawasan untuk keselamatan dan kenyamanan jemaah Indonesia.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahlil Anzar Simanjuntak, menegaskan komitmennya untuk menindak keras pihak penyelenggara yang merugikan masyarakat dan merusak niat suci untuk beribadah.
"Saya dapat banyak laporan travel-travel umrah yang menelantarkan jemaahnya dengan berbagai argumentasi, baik di Jeddah maupun Makkah. Tiketnya tidak dibelikan dan jemaah dibohongi. Kami akan bertindak tegas," ujarnya.
Ia berharap masyarakat yang ingin mendaftar umrah untuk memastikan rekam jejaknya sehingga tidak mudah tertipu. Kemenhaj tetap berupaya untuk hadir dan memastikan setiap jemaah terlindungi, sehingga dapat beribadah dengan tenang.
Kemenhaj memblokir akun Siskopatuh 3 PPIU karena ketiganya tengah berurusan dengan hukum. Upaya itu untuk melindungi jemaah umrah.