Atasi Karhutla di Papua Barat, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Pemadaman di Sekitar Kawasan Tangguh LNG

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54 WIB
Ilustrasi - Pemadaman Karhutla dengan Water Bombing dari Helikopter
Ilustrasi - Pemadaman Karhutla dengan Water Bombing dari Helikopter (Foto: Instagram.com/@bnpb_indonesia)

RIWARA.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Pada Jumat 28 Agustus 2026, BNPB memperkuat penanganan karhutla di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat dengan dukungan satu unit helikopter water bombing AS350B3e PK-DBM.

Dilansir Riwara.id dari laman komdigi.go.id, Senin 31 Agustus 2026, helikopter tersebut secara kumulatif telah melakukan 69 kali penyiraman air, atau sekitar 69 ribu liter untuk pemadaman di sekitar kawasan Tangguh LNG (penambangan dan kilang gas alam cair).

Dari hasil pantauan sementara, karhutla di Kabupaten Teluk Bintuni terjadi sejak 22 Agustus 2026. Lokasi kebakaran berada di kawasan hutan yang cukup lebat, pepohonan tinggi, serta vegetasi yang masih rapat.

Kondisi itu menjadi tantangan dalam pelaksanaan pemadaman dari udara, karena air yang dijatuhkan tidak selalu dapat langsung mencapai permukaan tanah maupun material yang terbakar di bawah tutupan vegetasi. Namun, setidaknya air yang disiram dapat membasahi area yang diharapkan dapat memutus jalur rambatan api.

Pemadaman melalui udara juga dilakukan secara bertahap yang disertai pemantauan berkala untuk mengidentifikasi titik panas maupun bara api yang masih tersisa. Pemantauan juga dilakukan dengan pesawat nirawak (drone) khusus pemantau panas atau thermal untuk menentukan lokasi yang menjadi prioritas penanganan.

Berdasarkan pemantauan drone thermal milik BP Berau Ltd. pada Jumat 28 Agustus, ditemukan 14 titik panas yang tersebar di sekitar area Tangguh LNG dalam empat klaster. Hasil pemetaan titik panas itu juga digunakan sebagai salah satu bahan evaluasi dalam menentukan prioritas pemadaman berikutnya.

Saat itu, operasi water bombing dilakukan dalam dua sortie. Sortie pertama dilaksanakan dengan 26 kali water bombing atau sekitar 26 ribu liter air pada area sekitar empat hektare. Sementara, sortie kedua dilakukan 28 kali water bombing atau sekitar 28 ribu liter air pada area sekitar tiga hektare.

Dari upaya pemadaman tersebut, di kedua lokasi sudah tidak ditemukan kobaran api, namun masih terpantau kepulan asap tipis sisa kebakaran. Kondisi itu menunjukkan masih adanya panas atau bara di bawah tutupan vegetasi, sehingga pemantauan dan penanganan tetap diperlukan untuk mencegah api kembali berkembang.

Secara kumulatif, dukungan operasi udara BNPB di Teluk Bintuni telah mencapai tiga sortie dengan total 69 kali water bombing atau sekitar 69 ribu liter air.

 

Tantangan Kondisi Lapangan

Selain Teluk Bintuni, karhutla juga terpantau di sejumlah wilayah lain seperti di Kabupaten Fakfak, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak.

Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Papua Barat, Kabupaten Teluk Bintuni merupakan salah satu wilayah dengan luasan lahan terbakar yang cukup signifikan dan berada pada kedua tertinggi di tingkat provinsi. Hingga Jumat (28/8), kondisi karhutla di sekitar wilayah operasi Tangguh LNG secara umum masih terkendali. Namun, sejumlah titik panas serta asap tipis masih ditemukan sehingga pemantauan dan penanganan tetap dilanjutkan.

Hasil Pantauan Satelit

Secara keseluruhan, berdasarkan dari pantauan satelit NASA-Terra/Aqua, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20 hingga pukul 19.00 WIB pada 28 Agustus 2026, terdapat 36 titik panas di wilayah Provinsi Papua Barat. Jumlah tersebut terdiri dari satu titik dengan tingkat kepercayaan rendah, 31 titik dengan tingkat kepercayaan sedang, serta empat titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Sementara itu, luas lahan terbakar di Provinsi Papua Barat hingga 27 Agustus 2026 tercatat mencapai 2.496,39 hektare berdasarkan data SIPONGI Kementerian Kehutanan.

BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan karhutla secara terpadu. Upaya tersebut bertujuan untuk mencegah api meluas, melindungi masyarakat dan lingkungan sekitar, serta memastikan dukungan sumber daya dikerahkan sesuai kondisi di lapangan.

BNPB mendatangkan Helikopter Water Bombing untuk pemadaman karhutla di sekitar Kawasan Tangguh LNG, Papua Barat.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories