Pangkas Habis BUMN Rugi, Presiden Prabowo Targetkan Hemat Rp100 Triliun di Akhir 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 17:14 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Setpres BMI)

RIWARA.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara tegas menginstruksikan efisiensi skala besar di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan memangkas perusahaan plat merah yang terus merugi serta tidak berkinerja baik.

Langkah rasionalisasi ini diambil guna menghemat anggaran negara secara masif, untuk kemudian dialihkan sepenuhnya demi kesejahteraan rakyat.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan pidato penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, pada Senin (31/8/2026).

Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun masa kepemimpinannya, pemerintah mencatat telah menutup sedikitnya 290 BUMN yang terbukti tidak menguntungkan.

Langkah berani memangkas 290 perusahaan negara tersebut berhasil menyumbang penghematan anggaran negara hingga mencapai Rp50 triliun.

Tidak berhenti di situ, pemerintah telah menyiapkan gelombang efisiensi lanjutan dengan target yang jauh lebih besar hingga akhir tahun 2026.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah bakal menutup setidaknya 700 BUMN merugi lainnya paling lambat pada 31 Desember 2026.

Melalui perombakan dan penataan ulang secara mendasar ini, jumlah BUMN di Indonesia nantinya diperkirakan hanya akan tersisa sekitar 200 hingga 250 perusahaan saja.

Kepala Negara berharap restrukturisasi total ini dapat mendatangkan tambahan nilai penghematan belanja negara hingga menyentuh angka Rp100 triliun.

Penghematan besar-besaran tersebut utamanya diperoleh dari pemotongan biaya overhead dan operasional rutin, termasuk alokasi belanja gaji direksi serta komisaris.

Presiden menambahkan bahwa langkah pengetatan anggaran tidak hanya bertumpu pada pembersihan BUMN bermasalah, melainkan juga menyasar sektor-sektor strategis lainnya.

Sejauh ini, total penghematan anggaran pemerintah dari berbagai bidang telah menembus angka Rp200 triliun, bahkan mendekati target Rp300 triliun per tahun.

Pemerintah berkomitmen penuh untuk mengembalikan seluruh dana hasil penghematan anggaran tersebut secara langsung ke tangan masyarakat melalui program perbaikan kesejahteraan. (*)

 

Presiden Prabowo targetkan penghematan Rp100 triliun dengan memangkas BUMN rugi hingga tersisa 200 perusahaan di akhir 2026.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories