Kapolri Rotasi Besar-besaran 344 Perwira: Irjen Roycke Harry Langie Dijabat Astamaops, Hengki Haryadi Jadi Kapolda

Senin, 31 Agustus 2026 | 15:16 WIB
Ilustrasi Polri | Ari Kristyono
Ilustrasi Polri | Ari Kristyono

RIWARA.id – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan perombakan besar-besaran di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dengan memutasi dan merotasi ratusan Perwira Tinggi (Pati) hingga Perwira Menengah (Pamen).

Langkah pembinaan karier ini tertuang resmi dalam tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan bersamaan pada Minggu, 30 Agustus 2026, yakni nomor ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026.

Dalam keputusan mutasi terbaru tersebut, sebanyak 344 personel kepolisian secara resmi mendapat promosi maupun penempatan pada posisi baru.

Selain pergeseran posisi kepemimpinan di tingkat Mabes Polri dan Kepolisian Daerah (Polda), mutasi kali ini juga mencakup jajaran personel yang menyelesaikan pendidikan, hendak menempuh pendidikan, serta jenderal yang memasuki purnatugas atau masa pensiun.

Salah satu rotasi strategis terjadi pada posisi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Kapolri, tempat tongkat komando kini beralih kepemimpinan.

Irjen Pol. Roycke Harry Langie, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara, resmi ditunjuk mengemban amanah baru sebagai Astamaops Kapolri.

Ia menggantikan Komjen Pol. Muhammad Fadil Imran yang dimutasikan sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka memasuki masa purnatugas dari dinas kepolisian.

Rotasi penting juga menyasar posisi Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Kapolri. Irjen Pol. Jawari kini resmi menjabat sebagai As SDM menggantikan Irjen Pol. Anwar yang juga memasuki masa pensiun.

Perubahan pucuk pimpinan turut menyasar jabatan Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri. Irjen Pol. Ruslan Ependi ditunjuk mengisi posisi Koorsahli Kapolri menggantikan Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak yang dimutasi sebagai Pati Sahli Polri dalam rangka pensiun.

Tidak hanya di markas pusat Mabes Polri, pergeseran kepemimpinan juga merambah jenderal pengambil kebijakan di tingkat kepolisian daerah.

Posisi Kapolda Sulawesi Utara yang ditinggalkan Irjen Pol. Roycke Harry Langie kini diisi oleh Brigjen Pol. Yudo Hermanto, yang sebelumnya memegang jabatan Karopaminal Divpropam Polri.

Pergantian kepemimpinan juga berlangsung di wilayah Indonesia timur, yakni pada struktur kepemimpinan Polda Papua Barat Daya.

Brigjen Pol. Hengki Haryadi, mantan Wakapolda Riau yang dikenal berpengalaman dalam penanganan tindak kejahatan, resmi diangkat untuk menduduki posisi Kapolda Papua Barat Daya.

Sementara itu, kursi Wakapolda Riau yang ditinggalkan Brigjen Pol. Hengki Haryadi kini ditempati oleh Brigjen Pol. Simson Zet Ringu yang sebelumnya menjabat Wakapolda Gorontalo.

Untuk mengisi kekosongan jabatan Wakapolda Gorontalo, Kapolri mempercayakan posisi tersebut kepada Kombes Pol. Dedy Suhartono yang sebelumnya bertugas di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengonfirmasi bahwa mutasi besar-besaran ini merupakan bagian rutin dari dinamika penyegaran internal serta pembinaan karier personel di lingkungan kepolisian.

"Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi," ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Mabes Polri berharap seluruh perwira yang mendapatkan amanah jabatan baru ini dapat segera melakukan penyesuaian diri dan langsung bekerja secara optimal melayani masyarakat.

Langkah rotasi dan penyegaran struktur organisasi ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian sekaligus memperkuat benteng Polri dalam merespons berbagai dinamika serta tantangan keamanan di masa depan. (*)

 

Kapolri mutasi 344 Pati-Pamen Polri. Irjen Roycke Harry Langie raih posisi Astamaops & Brigjen Hengki Haryadi diangkat jadi Kapolda.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories