Mundur Alasan Kesehatan, Pergantian Kepala BGN Bikin DPR Buka Suara: Program MBG Jangan Sampai 'Tumbal'!

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:30 WIB
Sudaryono dilantik jadi ketua BGN yang baru
Sudaryono dilantik jadi ketua BGN yang baru (Foto: Instagram akun resmi BGN)

 

RIWARA.id - Penggantian kepala Badan Gizi Nasional dari Nanik S. Deyang kepada Surdayono diharapkan tidak menganggu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dilansir dari DPR.go.id, itulah yang diharapkan oleh anggota komisi IX DPR RI Nurhadi yang juga mendorong pemerintah agar segera menetapkan kepala BGN definitif agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut bisa tetap berjalan optimal.

Nurhadi juga menghormati keputusan Nanik yang mengundurkan diri dari jabatan kepala BGN karena alasan kesehatan. 

Dirinya mendoakan agar Nanik bisa segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

"Kesehatan adalah hal yang utama. Kami mendoakan agar Ibu Nanik segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala," ujar Nurhadi yang dikutip dari DPR.go.id.

Walaupun ada pergantian kepemimpinan, dirinya menegaskan Program MBG harus tetap menjadi prioritas dalam memenuhi gizi jutaan anak Indonesia, ibu hamil, ibu menyusui sampai kelompok rentan.

"Stabilitas kepemimpinan dan kepastian tata kelola menjadi faktor penting dalam menjaga keberhasilan pelaksanaan program MBG," tegas Legislator Fraksi Partai NasDem tersebut.

Karena itu, penting sekali bagi pemerintah agar segera menunjuk pimpinan definitif yang mempunyai kapasitas, integritas dan bisa menjaga kesinambungan program agar tidak terjadi kekosongan dalam mengambil keputusan.

Saat ini, program MBG dan BGN menghadapi berbagai tantangan yang harus segera diselesaikan oleh pimpinan baru.

 Masalah tersebut antara lain kualitas makanan, tata kelola dapur, pengawasan SPPG sampai memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Penggantian kepemimpinan di BGN juga harus menjadi momentum dalam melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap segala pelaksanaan program MBG.

Evaluasi harus mencakup urusann efektivitas distribusi, kualitas makanan, keamanan pangan, transparansi pengadaan sampai sistem pengawasan dapur di lapangan.

"Keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas pelayanan dan dampaknya terhadap perbaikan status gizi masyarakat," ujarnya.

Terakhir, Komisi IX DPR RI juga akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar Program MBG bisa terlaksana dengan baik, profesional, transparan dan akuntabel.

Hal ini sangat penting agar keinginan Presiden untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat bisa tercapai.

"Kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama di atas segala dinamika pergantian pejabat," pungkasnya

Semoga Bermanfaat.***

Terungkap alasan Nanik S. Deyang mengundurkan diri dari BGN. DPR beri peringatan keras soal kepemimpinan baru dan kelanjutan program MBG!

Editor
Calvin Natanael -

Tech Journalist

 Stories