RIWARA.id - Susul SpaceX, perusahaan kecerdasan buatan raksasa, OpenAI akan melakukan penawaran umum perdana atau IPO dalam waktu dekat.
Dilansir dari TechCruch, OpenAI sudah mengajukan draft peryataan pendaftaran pada Formulir S-1 yang ditunjukkan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).
Langkah pendaftaran Formulir S-1 ii mejadi langkah awal dari OpenAI untuk melakukan IPO di bursa efek Amerika Serikat (AS).
Walaupun sudah melakukan pendaftaran, OpenAI masih belum mengumumkan tanggal resmi mereka akan melakukan pencatatan publik IPO untuk pertama kali.
Banyak rumor yang mengatakan, OpenAI bisa go public lebih cepat di sisa enam bulan tahun 2026 ini.
OpenAI menjelaskan bahwa pengumuman IPO ini sesuai denga aturan 135 di bawah Undang-Undang Sekuritas Tahun 1933 dan bukan merupakan penawaran yang dibuat untuk menjual atau membeli saham.
Langkah IPO dari OpenAI memang bukan tanpa tujuan, perusahaan yang didirikan oleh Sam Altman tersebut membutuhkan banyak sekali modal untuk pengembangan produk-produk AI-nya.
Mulai dari melatih model AI, mendirikan data center, rekrutmen talenta sampai membeli GPU dan memory yang saat ini mengalami kenaikkan harga karena kelangkaan stock secara global.
OpenAI memang sangat serius dalam meningkatkan infrastruktur komputasi dan pengembangan produk untuk bersaing dengan kompetitor lain seperti Google, Anthropic, Meta sampai xAI.
OpenAI Liris Fitur Baru Untuk Lindungi Data Sensitif
Berita lainnya, selain akan melakukan IPO, OpenAI juga meluncurkan fitur baru yang bisa melindungi data sensitif dari serangan hacker.
OpenAI akan melakukan prompt injection yang disebut dengan "Lockdown Mode" yang bisa diaktifkan ketika menggunakan ChatGPT atau berbagai layanan milik OpenAI.
Biasanya, serangan siber dilakukan dalam bentuk interaksi chatbot yang disembunyikan di halaman web dan konten lainnya.
Dengan fitur "Lockdown Mode", maka OpenAI akan menonaktifkan pencarian web secara langsung.
Hal ini membuat pengguna yang menggunakan ChatGPT hanya bisa mengakses konten cache atau yang sudah dicopy sementara.
Selain bisa menonaktifkan askes pencarian web secara langsung, fitur ini juga bisa memberhentikan pengambilan serta tampilan gambar dari web sampai mode lainnya.
Walaupun sudah meluncurkan fitur "Lockdown Mode", OpenAI masih tidak menampik bahwa serangan berupa prompt injection masih rentan dan bisa terjadi.
Tapi, OpenAI mengatkaan bahwa fitur "Lockdown Mode" masih sangat berguna untuk mengurangi kemungkinan data sensitif bisa diambil saat serangan prompt terjadi.
Semoga Bermanfaat.***
OpenAI dikabarkan bakal segera melantai di bursa efek AS demi cari modal latih model AI dan beli GPU. Intip bocoran jadwal pencatatan publiknya!