Waspada Penipuan Dapur MBG! Kepala BGN Ungkap Modusnya

Senin, 31 Agustus 2026 | 17:12 WIB
Kepala BGN Sudaryono Mengungkap Modus Penipuan Percepatan Aktivasi Dapur MBG
Kepala BGN Sudaryono Mengungkap Modus Penipuan Percepatan Aktivasi Dapur MBG (Foto: Instagram.com/@badangizinasional.ri)

RIWARA.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap adanya modus penipuan untuk penyelenggaraan dapur untuk Makan Bergizi Gratis (MBG), atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sudaryono pun mengingatkan agar mitra SPPG berhati-hati terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan dirinya, maupun pimpinan di BGN yang memberikan iming-iming percepatan operasional dapur, dengan meminta imbalan berupa uang.

“Harap waspada terhadap oknum-oknum yang mengatasnamakan saya, Ibu Waka atau Pak Waka, atau pimpinan siapapun di BGN yang memberikan iming-iming bahwa akan dibantu dapur-dapur yang belum beroperasi, untuk segera beroperasi dengan meminta biaya. Saya pastikan itu bohong dan itu penipuan,” ungkap Sudaryono dikutip Riwara.id dari akun Instagram pribadinya @sudaru_sudaryono, Senin 31 Agustus 2026.

Ia pun meminta semua mitra SPPG segera melaporkan pihak-pihak yang menawarkan jasa atau meminta imbalan uang untuk membuka suspend atau mengoperasikan dapur yang belum beroperasional.

“Ketika ada oknum yang menjanjikan untuk membuka suspend bagi dapur yang belum beroperasi dan meminta imbalan uang, maka kami pastikan itu tidak benar. Bagi yang menjadi korban, segera melapor ke pihak yang berwajib yaitu kepolisian sehingga bisa ditindaklanjuti,” jelas Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar ini.

Ia juga menegaskan jika BGN tidak pernah mengutus atau memberikan otoritas kepada siapa pun dalam membuka atau mengoperasikan dapur MBG yang terkena suspend. BGN mengimbau mitra SPPG untuk tidak mudah percaya pada nama besar, jabatan, atau janji yang bisa mempercepat sesuatu asal ada uangnya. Urusan negara memiliki prosedur, apabila ada yang menjual dengan jalan pintas, maka itu adalah kebohongan.

Bereskan Tata Kelola SPPG

Saat ini, BGN tengah fokus untuk mengatur tata kelola, keuangan, perizinan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan data yang valid dari Kemendikdamen agar penyelenggaraan MBG bisa optimal.

“Agustus ini kami sedang mengevaluasi 27.000 dapur MBG yang sudah ada, tata kelolanya, dan aturannya agar beres dulu. Kalau sudah beres, baru kami aktivasi SPPG untuk wilayah lain yang membutuhkan layanan MBG, termasuk untuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Jangan sampai buka dapur baru tetapi tidak jelas tata kelolanya,” tutur Sudaryono.

Ia pun menyebut evaluasi ini dikebut di bulan Agustus 2026, sehingga pada September dan Oktober sudah bisa melakukan aktivasi dapur MBG yang baru dengan aturan yang jelas. Bagi mitra yang sudah siap SPPG-nya tetapi belum beroperasi, Sudaryono meminta untuk bersabar agar saat aktivasi dapur MBG, semua tata kelola dan aturannya sudah siap.

Kepala BGN Sudaryono mengungkap adanya modus penipuan untuk percepatan penyelenggaraan dapur untuk MBG.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories