Kanker Paru Menjadi Penyakit Kanker yang Paling Mematikan, Bukan Perokok juga Bisa Berisiko, Ayo Kenali Penyebab dan Gejalanya

Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:04 WIB
Kanker Paru Masih Menjadi Penyakit Paling Mematikan Dibanding Jenis Kanker Lainnya
Kanker Paru Masih Menjadi Penyakit Paling Mematikan Dibanding Jenis Kanker Lainnya (Foto: Dibuat dengan AI Chat GPT)

RIWARA.id – Kanker Paru masih menjadi perhatian di Indonesia bahkan dunia karena menjadi penyakit paling mematikan di antara semua jenis penyakit kanker. Menurut data secara global, penyakit ini memicu sekitar 1,8 juta hingga 2 juta kematian setiap tahunnya karena sering terdeteksi pada stadium lanjut.

Kanker paru sering kali tidak menunjukkan gejala yang khas pada tahap awal. Maka, penting untuk mengenali faktor risiko dan tanda-tandanya sejak dini. Semakin dini terdeteksi, semakin besar juga peluang mendapatkan penanganan yang tepat.

Kanker Paru adalah penyakit ketika sel-sel di organ paru tumbuh secara tidak terkendali, sehingga membentuk tumor. Apabila tidak segera tertangani, kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya yang masih sehat.

Risiko kanker paru dapat meningkat pada orang yang berusia 40 tahun ke atas, perokok, sering terpapar asap rokok, terpapar polusi atau zat berbahaya, serta memiliki riwayat keluarga sebagai pengidap kanker paru.

Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @kemenkes_ri, Kamis 6 Agustus 2026, berikut ini gejala penyakit Kanker Paru:

- Batuk yang tak kunjung sembuh.

- Batuk berdarah.

- Sesak napas.

- Nyeri dada.

- Suara serak.

- Leher bengkak.

- Terdapat benjolan pada leher.

- Berat badan turun tanpa sebab.

Skrining Kanker Paru

Pencegahan penyakit Kanker Paru bisa dilakukan sedini mungkin dengan skrining, yaitu pemeriksaan yang dilakukan pada seseorang yang belum memiliki gejala, tetapi memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker paru.

Sasaran skrining Kanker Paru adalah:

- Kelompok usia 45 tahun ke atas.

- Memiliki riwayat merokok aktif atau pasif, atau sudah berhenti merokok kurang dari 15 tahun.

- Memiliki riwayat kanker paru pada keluarga (ayah/ibu/saudara kandung).

Apabila Kanker Paru ditemukan pada stadium awal, pilihan pengobatannya lebih banyak dan peluang keberhasilan terapi lebih tinggi. Skrining awal Kanker Paru juga bisa dilakukan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas atau rumah sakit. Ketika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya risiko Kanker Paru, tenaga kesehatan akan membantu menentukan pemeriksaan lanjutan dan penanganan yang sesuai.

Saat ada keluhan kesehatan yang berlangsung lebih dari 2 minggu atau semakin memburuk, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Masyarakat pun diimbau untuk lebih peduli terhadap kesehatan paru.

Kementerian Kesehatan menyebutkan jika pencegahan Kanker Paru dapat dilakukan dengan kebiasaan hidup sehat seperti tidak merokok, menghindari paparan asap rokok, menerapkan pola hidup sehat, mengenali gejala, serta memeriksakan diri jika memiliki faktor risiko.

Kanker Paru masih menjadi penyakit Kanker yang paling mematikan. Penyebab penyakit ini tidak hanya berasal dari rokok.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories