BMKG Umumkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis, 7 Provinsi Ini Berstatus Awas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:47 WIB
Ilustrasi - BMKG Mengumumkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis Periode Dasarian I Bulan Agustus 2026
Ilustrasi - BMKG Mengumumkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis Periode Dasarian I Bulan Agustus 2026 (Foto: Pixabay.com)

RIWARA.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan peringatan dini Kekeringan Meteorologis, yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Sesuai data BMKG, saat ini sekitar 74% wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Bagi masyarakat yang wilayahnya mengalami kemarau, diimbau untuk menghemat air, tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari jika memungkinkan.

Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @infobmkg, Rabu 5 Agustus 2026, berikut ini wilayah Indonesia yang mengalami Kekeringan Meteorologis periode Dasarian I Agustus 2026:

Kategori Waspada

Beberapa kabupaten/kota di Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

 

Kategori Siaga

Beberapa kabupaten/kota di Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

 

Kategori Awas

Beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

BMKG menyebut jika kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia disebabkan fenomena El Nino yang diperkirakan akan bertahan hingga awal kuartal pertama tahun 2027.

Potensi kekeringan ini semakin diperparah dengan aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD,) Positif pada periode September hingga Desember 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan bahwa BMKG memperkuat langkah mitigasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di berbagai wilayah prioritas Indonesia.

Selain itu, juga menggalang respons cepat dan terintegrasi dari seluruh pihak untuk mengantisipasi lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

Ancaman kemarau kering ini berdampak langsung pada adanya peningkatan titik panas di sejumlah area yang rentan dengan karhutla.

Dari data hingga 29 Juli 2026, BMKG mendeteksi sebanyak 5.019 titik panas yang mendominasi wilayah Kalimantan Barat, Papua Selatan, dan Riau.

BMKG akan terus memperbarui informasi prediksi iklim untuk mendukung langkah adaptasi dan mitigasi yang responsif di seluruh sektor terdampak.

BMKG mengumumkan peringatan dini Kekeringan Meteorologis, yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia periode Dasarian I Agustus 2026.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories