Unjuk Gigi Perisai Trisula Nusantara: TNI Hantam Target Dabo Singkep Pakai Rudal C-705 dan Drone Kamikaze

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:38 WIB
KRI Sampari TNI AL menembakkan rudak C-705
KRI Sampari TNI AL menembakkan rudak C-705 (Foto: Dispen AL)

RIWARA.id – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar skenario Operasi TNI Terintegrasi 2026 di Daerah Latihan TNI AL Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026), dengan mengerahkan kekuatan penuh tiga matra untuk memamerkan keandalan Perisai Trisula Nusantara.

Latihan tempur skala besar ini disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan guna memastikan kesiapan operasional prajurit di lapangan.

Dalam simulasi tersebut, TNI menerjunkan deretan alat utama sistem persenjataan (alutsista) mutakhir, termasuk drone kamikaze AKM KI-50 buatan dalam negeri serta penembakan rudal C-705 dari KRI Sampari-628.

Latihan terintegrasi ini memadukan teknologi canggih dan taktik perang modern yang dirancang presisi untuk mematahkan dan melumpuhkan potensi ancaman musuh.

Tahap awal operasi dibuka dengan skenario pertahanan udara oleh TNI AU yang menerjunkan pesawat tempur terbaru jenis Rafale dan F-16 lengkap dengan amunisi bom MK-82.

Sesaat setelah bombardir udara, Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) bergerak melaksanakan Operasi Khusus Matra Udara untuk merebut dan menguasai posisi strategis.

Dari lini laut, TNI AL meluncurkan Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze dari KRI Soeharso-991 untuk menghancurkan sasaran di permukaan, disusul dengan operasi peranjauan wilayah perairan.

Pasukan khusus Komando Pasukan Katak (Kopaska) juga menyusup secara senyap ke area musuh untuk merusak dan mensabotase jaringan kabel bawah air.

Langkah taktis di lapangan berjalan sejajar dengan serangan siber yang dirancang untuk melumpuhkan instalasi listrik dan jaringan komunikasi musuh.

Setelah sistem pertahanan musuh lumpuh akibat peretasan, KRI Sampari-628 meluncurkan peluru kendali C-705 yang menghantam tepat fasilitas vital musuh di darat.

Daya gempur maritim makin diperkuat lewat Bantuan Tembakan Kapal (BTK) dari KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367, dan KRI Raden Eddy Martadinata-331, serta rentetan roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir.

Sementara itu, pasukan Lintas Udara (Linud) TNI AD melaksanakan penerjunan tempur dari pesawat Hercules C-130 dengan dukungan drone intai tempur serta satuan Artileri Medan.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa hasil peninjauan langsung menunjukkan kesiapan TNI yang sangat meyakinkan dalam menjaga dan mengamankan kedaulatan Indonesia.

Ia menuturkan, program revitalisasi pertahanan negara tahun 2026 mulai menunjukkan hasil signifikan, terutama dengan makin besarnya peran industri pertahanan dalam negeri untuk memperkuat daya tangkal nasional. (*)

 

TNI pamer kemampuan Perisai Trisula Nusantara di Dabo Singkep, kerahkan drone kamikaze hingga rudal C-705 dalam latihan terintegrasi 2026.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories