RIWARA.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu (11/3/2026) di zona hijau. Hingga pukul 09.15 WIB, indeks menguat 74,18 poin atau sekitar 1% ke level 7.515.
Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia, aktivitas pasar terbilang cukup ramai. Volume perdagangan tercatat 4,43 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp2,02 triliun. Frekuensi transaksi tercatat 250.885 kali.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 419 saham menguat, 119 saham melemah, dan 163 saham stagnan.
Rebound Teknikal Dorong IHSG
Analis dari BRI Danareksa Sekuritas menilai penguatan IHSG pada awal perdagangan didorong oleh technical rebound setelah indeks mengalami koreksi tajam pada perdagangan sebelumnya.
Selain faktor teknikal, sentimen global juga mulai membaik. Penurunan harga minyak dunia, penguatan bursa global, serta pernyataan Presiden Amerika Se rikat, Donald Trump, terkait potensi meredanya konflik di Timur Tengah turut memberikan dorongan positif bagi pasar saham.
Dari sisi domestik, data ekonomi juga memberikan sentimen positif. Penjualan ritel Indonesia tercatat tumbuh 5,7% secara tahunan (YoY) pada Januari 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan 3,5% YoY pada Desember 2025.
“Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji resistance di level 7.500. Jika berhasil ditembus, penguatan dapat berlanjut menuju 7.580 hingga 7.700,” tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.
Saham-saham pilihan BRI Danareksa untuk perdagangan hari ini antara lain INDY, ARCI, dan NCKL.
Potensi Sideways
Sementara itu, analis dari Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG merupakan rebound setelah koreksi tajam sehari sebelumnya.
Sentimen positif berasal dari koreksi harga minyak mentah, penguatan indeks saham global seperti di Wall Street dan Asia, serta faktor teknikal.
Namun secara teknikal, indikator Stochastic RSI masih berada di area oversold dan belum memberikan sinyal pembalikan tren yang kuat. Selain itu, histogram negatif MACD masih berlanjut dan IHSG masih berada di bawah MA-5.
Phintraco memperkirakan IHSG akan bergerak sideways di kisaran 7.400–7.550.
“Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.500, maka terbuka peluang rebound lanjutan menuju 7.600,” tulis riset tersebut.
Top picks saham versi Phintraco antara lain INKP, ASII, INDY, MBMA, dan TINS.
Sentimen Campuran
Di sisi lain, CGS International Sekuritas Indonesia menilai pasar saham masih menghadapi sejumlah tekanan eksternal.
Sentimen negatif berasal dari pelemahan mayoritas indeks Wall Street, koreksi harga komoditas energi, serta aksi jual investor asing yang masih cukup besar.
Namun terdapat pula sentimen positif dari kenaikan harga beberapa komoditas mineral logam serta meredanya kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global.
“IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.375–7.310 dan resistance 7.510–7.575,” tulis riset CGS.
Adapun saham pilihan CGS meliputi ANTM, PSAB, BRMS, TINS, ADRO, dan UNVR.
Rupiah Menguat, Minyak Terkendali
Sementara itu, Panin Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan.
Optimisme tersebut didorong oleh harga minyak yang mulai terkendali serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Panin Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan untuk dicermati investor, yaitu PSAB, PWON, dan RAJA.*
Inung R Sulistyo






IHSG mengawali perdagangan Rabu (11/3/2026) dengan penguatan 1% ke level 7.515. Sentimen global membaik, harga minyak turun, dan data ritel domestik yang kuat turut mendorong indeks.