IHSG dibuka melemah ke 7.238 pada Kamis (9/4/2026). Sentimen gencatan senjata AS–Iran jadi penopang, namun konflik Israel–Lebanon masih membayangi pasar.
IHSG ditutup melemah 0,69% ke level 7.389,39 pada perdagangan 11 Maret 2026. Saham AMMN, BUMI, hingga ENRG menjadi pemberat utama indeks di tengah tekanan jual investor asing.
IHSG mengawali perdagangan Rabu (11/3/2026) dengan penguatan 1% ke level 7.515. Sentimen global membaik, harga minyak turun, dan data ritel domestik yang kuat turut mendorong indeks.
IHSG anjlok 2,79% ke level 7.374 pada awal perdagangan Senin. Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah dan ketegangan global menekan pasar saham Asia dan Wall Street.
IHSG ditutup melemah 1,62% ke level 7.585 pada perdagangan Jumat. Penguatan saham BREN dan TPIA dari Grup Barito menahan penurunan indeks agar tidak jatuh lebih dalam.
Saham BBCA anjlok ke bawah 7.000 pada sesi I perdagangan 4 Maret 2026 di tengah derasnya net foreign sell Rp183 miliar dalam dua hari. IHSG ikut ambruk 4,32% ke 7.596,57, menandai tekanan risk-off yan...