 menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan Kamis (942026), di tengah tekanan sentimen global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan fluktuasi harga minyak dunia..jpg)
RIWARA.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (9/4/2026) dibuka di zona merah. Pada pukul 09.01 WIB, IHSG tercatat turun 40,76 poin atau melemah 0,56% ke level 7.238.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan aktivitas pasar cukup ramai. Volume transaksi mencapai 1,42 miliar saham dengan nilai Rp815 miliar, serta frekuensi perdagangan sebanyak 108.279 kali.
Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 198 saham menguat, 245 saham melemah, dan 230 saham stagnan.
Gencatan Senjata AS–Iran Jadi Penopang, Tapi Masih Rawan
Sejumlah analis menilai, kabar gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menjadi katalis positif bagi pasar global.
BRI Danareksa Sekuritas menyebut, meredanya tensi geopolitik tersebut mendorong penguatan mayoritas bursa di Asia dan Eropa, serta lonjakan pada futures Wall Street.
Namun di sisi lain, harga minyak dunia justru mengalami koreksi tajam:
WTI turun ke kisaran US$95 per barel
Brent melemah ke US$94 per barel
Penurunan ini dinilai membantu meredakan kekhawatiran inflasi global berbasis energi.
Tekanan Domestik: Cadangan Devisa Turun
Dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia tercatat turun menjadi US$148,2 miliar pada Maret 2026. Penurunan ini terjadi seiring langkah stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia.
Meski demikian, sentimen positif datang dari lembaga global FTSE Russell yang tetap mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market.
Analisis Teknikal: IHSG Berpotensi Rebound Terbatas
BRI Danareksa menilai IHSG masih memiliki peluang melanjutkan kenaikan secara terbatas, dengan:
Support: 7.200
Resistance: 7.300
Namun, pergerakan ini masih dikategorikan sebagai technical rebound di tengah ketidakpastian global.
Konflik Israel–Lebanon Bayangi Pasar
Menurut Phintraco Sekuritas, optimisme pasar juga dipicu oleh ekspektasi berakhirnya konflik Timur Tengah setelah Donald Trump menyetujui gencatan senjata sementara dengan Iran.
Namun risiko belum sepenuhnya hilang.
Israel menyatakan tetap melanjutkan serangan ke Lebanon, yang tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata.
Situasi ini memicu reaksi dari Iran dan berdampak pada terganggunya distribusi minyak melalui Selat Hormuz.
Kondisi tersebut mempertegas bahwa stabilitas geopolitik masih sangat rentan dan berpotensi memicu volatilitas pasar.
Momentum Penguatan Masih Terjaga
Phintraco mencatat indikator teknikal menunjukkan:
Histogram positif berlanjut
Volume beli meningkat
Stochastic RSI mengindikasikan potensi penguatan
IHSG juga telah menembus MA-5 dan MA-20, dengan potensi menguji resistance:
7.300 – 7.350
Rekomendasi Saham Hari Ini
Berikut saham pilihan dari sejumlah sekuritas:
BRI Danareksa Sekuritas
BUVA
RAJA
OASA
Phintraco Sekuritas
BBNI
BBCA
UNVR
ISAT
ASII
CGS International Sekuritas
TINS
ARCI
ANTM
MDKA
BBCA
BBNI
CGS menilai penguatan bursa global, kenaikan harga logam, serta masuknya dana asing menjadi katalis positif tambahan.
Panin Sekuritas
AADI
ITMG
PWON
Panin memproyeksikan IHSG masih berpotensi menguat, ditopang perbaikan sentimen geopolitik dan penguatan komoditas.
Naik Terbatas di Tengah Ketidakpastian
Secara keseluruhan, IHSG diperkirakan bergerak dalam renta ng:
Support: 7.120 – 7.200
Resistance: 7.300 – 7.440
Meski peluang penguatan masih terbuka, pelaku pasar tetap disarankan mencermati perkembangan geopolitik global yang dinilai masih fluktuatif.*
Inung R Sulistyo

 menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan Kamis (942026), di tengah tekanan sentimen global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan fluktuasi harga minyak dunia..jpg)


IHSG dibuka melemah ke 7.238 pada Kamis (9/4/2026). Sentimen gencatan senjata AS–Iran jadi penopang, namun konflik Israel–Lebanon masih membayangi pasar.