IHSG Dibuka Melemah 0,56 persen ke 7.238, Pasar Dibayangi Sentimen Global yang Masih Rapuh

  • Inung R Sulistyo
  • Kamis, 09 April 2026 | 10:13 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo

RIWARA.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (9/4/2026) dibuka di zona merah. Pada pukul 09.01 WIB, IHSG tercatat turun 40,76 poin atau melemah 0,56% ke level 7.238.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan aktivitas pasar cukup ramai. Volume transaksi mencapai 1,42 miliar saham dengan nilai Rp815 miliar, serta frekuensi perdagangan sebanyak 108.279 kali.

Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 198 saham menguat, 245 saham melemah, dan 230 saham stagnan.

 Gencatan Senjata AS–Iran Jadi Penopang, Tapi Masih Rawan

Sejumlah analis menilai, kabar gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menjadi katalis positif bagi pasar global.

BRI Danareksa Sekuritas menyebut, meredanya tensi geopolitik tersebut mendorong penguatan mayoritas bursa di Asia dan Eropa, serta lonjakan pada futures Wall Street.

Namun di sisi lain, harga minyak dunia justru mengalami koreksi tajam:

WTI turun ke kisaran US$95 per barel
Brent melemah ke US$94 per barel

Penurunan ini dinilai membantu meredakan kekhawatiran inflasi global berbasis energi.

Tekanan Domestik: Cadangan Devisa Turun

Dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia tercatat turun menjadi US$148,2 miliar pada Maret 2026. Penurunan ini terjadi seiring langkah stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia.

Meski demikian, sentimen positif datang dari lembaga global FTSE Russell yang tetap mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market.

Analisis Teknikal: IHSG Berpotensi Rebound Terbatas

BRI Danareksa menilai IHSG masih memiliki peluang melanjutkan kenaikan secara terbatas, dengan:

Support: 7.200
Resistance: 7.300

Namun, pergerakan ini masih dikategorikan sebagai technical rebound di tengah ketidakpastian global.

 Konflik Israel–Lebanon Bayangi Pasar

Menurut Phintraco Sekuritas, optimisme pasar juga dipicu oleh ekspektasi berakhirnya konflik Timur Tengah setelah Donald Trump menyetujui gencatan senjata sementara dengan Iran.

Namun risiko belum sepenuhnya hilang.

Israel menyatakan tetap melanjutkan serangan ke Lebanon, yang tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata.

Situasi ini memicu reaksi dari Iran dan berdampak pada terganggunya distribusi minyak melalui Selat Hormuz.

Kondisi tersebut mempertegas bahwa stabilitas geopolitik masih sangat rentan dan berpotensi memicu volatilitas pasar.

Momentum Penguatan Masih Terjaga

Phintraco mencatat indikator teknikal menunjukkan:

Histogram positif berlanjut
Volume beli meningkat
Stochastic RSI mengindikasikan potensi penguatan

IHSG juga telah menembus MA-5 dan MA-20, dengan potensi menguji resistance:

7.300 – 7.350


Rekomendasi Saham Hari Ini

Berikut saham pilihan dari sejumlah sekuritas:

BRI Danareksa Sekuritas
BUVA
RAJA
OASA
Phintraco Sekuritas
BBNI
BBCA
UNVR
ISAT
ASII
CGS International Sekuritas
TINS
ARCI
ANTM
MDKA
BBCA
BBNI

CGS menilai penguatan bursa global, kenaikan harga logam, serta masuknya dana asing menjadi katalis positif tambahan.

Panin Sekuritas
AADI
ITMG
PWON

Panin memproyeksikan IHSG masih berpotensi menguat, ditopang perbaikan sentimen geopolitik dan penguatan komoditas.

Naik Terbatas di Tengah Ketidakpastian

Secara keseluruhan, IHSG diperkirakan bergerak dalam renta ng:

Support: 7.120 – 7.200
Resistance: 7.300 – 7.440

Meski peluang penguatan masih terbuka, pelaku pasar tetap disarankan mencermati perkembangan geopolitik global yang dinilai masih fluktuatif.*

 

IHSG dibuka melemah ke 7.238 pada Kamis (9/4/2026). Sentimen gencatan senjata AS–Iran jadi penopang, namun konflik Israel–Lebanon masih membayangi pasar.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News