Tertarik Bidang Keamanan Siber? Ikuti Kompetisi Bug Bounty 2026, Terbuka untuk Siswa hingga Dosen, Ini Cara Daftarnya

  • Ayu Abriyani
  • Rabu, 08 April 2026 | 18:26 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ayu Abriyani
Pusdatin Kemendikdasmen Resmi Meluncurkan Program Bug Bounty 2026
Pusdatin Kemendikdasmen Resmi Meluncurkan Program Bug Bounty 2026 (Foto: Instagram.com/@pusdatin_kemendikdasmen)

RIWARA.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) resmi meluncurkan Program Bug Bounty 2026 pada Senin 6 April 2026. Kompetisi tahunan ini merupakan ajang pencarian untuk celah keamanan siber.

Tahun 2026, kompetisi ini telah memasuki tahun kelima penyelenggaraannya yang mengusung tema “Build Cyber Resilience”. Program tersebut merupakan komitmen Kemendikdasmen dalam memperkuat keamanan sistem digital di lingkungan pendidikan nasional.

Kegiatan ini juga sebagai bentuk implementasi Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 11 Tahun 2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), dalam kerangka Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kemendikbudristek.

Melalui Bug Bounty 2026, Pusdatin ingin mendorong insan pendidikan agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga bagian dari solusi dari tantangan keamanan informasi. Kompetisi ini terbuka bagi empat kategori peserta, yaitu siswa SMA/SMK/MA (minimal berusia 17 tahun), mahasiswa, guru, dan dosen.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, Wi bowo Mukti, mengatakan program ini dirancang sebagai ruang aman (sandbox) bagi peserta untuk mengeksplorasi teknik pengujian keamanan, tanpa memberikan dampak layanan Kemendikdasmen.

“Program Bug Bounty diharapkan dapat menjadi jembatan untuk mewujudkan minat dan bakat di bidang keamanan siber, serta bisa menjadi prestasi yang membanggakan,” tutur Wibowo yang dikutip Riwara.id dari laman kemendikdasmen.go.id, Rabu 8 April 2026.

Pendaftaran peserta kompetisi dibuka mulai 6 April hingga 30 April 2026 melalui platform Aman Bersama di laman https://amanbersama.kemendikdasmen.go.id., sedangkan tahap pengujian diadakan pada 1 Mei hingga 22 Mei 2026.

Penilaian kompetisi dilakukan dalam dua tahap. Pertama, aspek teknis yang memiliki bobot 70 persen dengan mengacu pada standar CVSS v3.1, sementara aspek pelaporan berbobot 30 persen. Kedua, lima finalis dari masing-masing kategori akan mengikuti wawancara penilaian yang meliputi teknik pengujian (60 persen), komunikasi (20 persen), dan orisinalitas (20 persen).

Pengumuman pemenang dari kompetisi digelar melalui Anugerah Bug Bounty 2026 pada 19 Juni 2026. Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, Sertifikat Penghargaan Tingkat Nasional, dan Plakat Penghargaan. Pemenang juga mendapat kesempatan bergabung dalam komunitas Manggala Edu.

Wibowo mengajak seluruh insan pendidikan yang memiliki minat di bidang keamanan siber untuk berpartisipasi dalam ajang Bug Bounty 2026. Ia juga menyampaikan jika saat ini kolaborasi dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks, merupakan hal yang sangat penting. Salah satunya yang terjadi di tahun 2025, dengan meningkatnya serangan ransomware dan phishing berbasis kecerdasan artifisial.

Bagi yang berminat untuk mendaftar kompetisi Bug Bounty 2026, berikut ini persyaratannya:

- Warga Negara Indonesia.

- Berusia minimal 17 tahun untuk memastikan aspek legalitas dalam penandatanganan NDA.

- Terdaftar sebagai personil aktif pada pangkalan data di kementerian (DAPODIK atau PDDIKTI).

- Bersifat individual, tidak diperkenankan berpartisipasi dalam bentuk tim atau mewakili institusi tertentu.

- Bukan pegawai di lingkungan kementerian pengelola aplikasi target atau keluarga langsung dari panitia penyelenggara.

- Bukan pemenang utama dalam program Bug Bounty di tahun-tahun sebelumnya, agar memberikan kesempatan kepada peneliti baru.

Pusdatin Kemendikdasmen resmi meluncurkan Program Bug Bounty 2026. Pendaftaran hingga 30 April.

Foto Editor
Author : Ayu Abriyani

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

Topic News