Israel Kepergok Kembali Gunakan Bom Terlarang Pospor Putih di Lebanon, Hanguskan Ribuan Hektare Lahan

  • Ari Kristyono
  • Rabu, 25 Maret 2026 | 22:55 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono
Ilustrasi ledakan bom posfor putih, dibuat dengan bantuan AI
Ilustrasi ledakan bom posfor putih, dibuat dengan bantuan AI (Foto: Ari Kristyono)

 

RIWARA.id - Militer Israel kembali menuai kecaman internasional setelah terdeteksi menggunakan amunisi pospor putih dalam serangannya di wilayah Lebanon Selatan. Penggunaan zat kimia berbahaya ini dilaporkan menyasar area pemukiman dan lahan pertanian, yang memicu tuduhan pelanggaran hukum perang.

Dikutip dari laporan The Guardian pada Rabu (25/3/2026), lembaga pemantau hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW) berhasil memverifikasi delapan gambar yang menunjukkan ledakan amunisi pospor putih di atas kawasan pemukiman di Kota Yohmor, Lebanon Selatan.

Peneliti mengenali jejak khas berupa gumpalan asap menyerupai "sendi jari" yang keluar dari proyektil artileri kaliber 155mm seri M825.

Pospor putih adalah zat kimia yang akan terbakar hebat hingga suhu 800 derajat Celsius saat terpapar oksigen. Selain menghasilkan asap tebal untuk menutupi pergerakan pasukan, zat ini menyebabkan luka bakar mematikan, kerusakan organ, hingga emisi gas bera cun jika mengenai manusia.

Ahmad Beydoun, peneliti dari Delft University of Technology, Belanda, mengungkapkan bahwa penggunaan senjata ini diduga kuat sebagai taktik "bumi hangus". Berdasarkan pemetaannya, sekitar 39 persen penggunaan pospor putih oleh Israel terjadi di area permukiman dan 17 persen di lahan pertanian.

"Tentara Israel menggunakannya untuk membakar ladang demi visibilitas, agar warga atau pejuang Hizbullah tidak bisa bersembunyi di bawah pepohonan. Ini adalah alat praktis untuk menghanguskan bumi," ujar Beydoun.

Dampak lingkungan yang ditimbulkan pun sangat masif. Laporan dari Public Works Studio menyebutkan lebih dari 2.000 hektare lahan di Lebanon Selatan hangus, termasuk hutan pinus dan oak yang lebat. Selain itu, residu racun seperti logam berat kadmium, timbal, dan seng kini mencemari tanah, yang berpotensi mematikan kesuburan pertanian dalam jangka panjang.

Menanggapi tuduhan tersebut, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menolak berkomentar spesifik mengenai penggunaan di Yohmor. Pihak militer Israel hanya berdalih bahwa terdapat kemiripan visual antara bom asap biasa dengan bom yang mengandung pospor putih.

Sementara itu, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menghindari jawaban langsung terkait temuan HRW. Ia hanya mengklaim bahwa Israel telah meminta warga Lebanon Selatan untuk pindah ke utara guna meminimalkan korban sipil. (*)

Israel kembali gunakan pospor putih di Lebanon Selatan. Human Rights Watch temukan bukti penggunaan bom kimia terlarang di area pemukiman warga.

Foto Editor
Author : Ari Kristyono

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

Topic News