Harga Emas Berpotensi Tembus Rp3,2 Juta per Gram, Investor Ramai Berburu Safe Haven

  • Inung R Sulistyo
  • Rabu, 11 Maret 2026 | 09:39 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo
Ilustrasi emas batangan Antam dengan latar grafik kenaikan harga emas dunia di tengah ketegangan Timur Tengah.
Ilustrasi emas batangan Antam dengan latar grafik kenaikan harga emas dunia di tengah ketegangan Timur Tengah. (Foto: Riwara.id)

 

RIWARA.id - Kenaikan harga emas dunia yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuka peluang penguatan lanjutan bagi harga emas batangan di dalam negeri. Logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bahkan diperkirakan berpotensi menembus Rp3,2 juta per gram jika tren penguatan global terus berlanjut.

Pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026, harga emas Antam tercatat berada di level Rp3.087.000 per gram, naik Rp40.000 dibandingkan hari sebelumnya. Sementara harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam berada di Rp2.847.000 per gram.

Kenaikan tersebut mengikuti lonjakan harga emas dunia yang dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Di pasar internasional, harga emas spot ditutup di sekitar US$5.191,5 per troy ons, menguat sekitar 1,01 persen dibandingkan hari sebelumnya. Posisi ini menjadi salah satu level tertinggi dalam sepekan terakhir.

Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicu

Penguatan harga emas tidak lepas dari memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Seri kat, Israel, dan Iran.

Ketegangan meningkat setelah muncul kabar mengenai potensi pengawalan militer terhadap kapal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz. Jalur laut ini merupakan salah satu rute distribusi minyak paling penting di dunia.

Walau kabar tersebut kemudian dibantah oleh pihak Gedung Putih, situasi geopolitik yang belum stabil tetap membuat pasar energi global bergejolak.

Kondisi tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia sekaligus meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai.

Emas Jadi Pilihan Aman Investor

Dalam situasi penuh ketidakpastian, emas kerap menjadi aset yang paling diminati oleh pelaku pasar. Logam mulia ini dikenal sebagai safe haven asset, yakni instrumen yang relatif stabil ketika pasar keuangan mengalami tekanan.

Lonjakan harga minyak dan potensi gangguan pasokan energi global membuat investor global mulai meningkatkan kepemilikan emas untuk melindungi nilai aset mereka.

Permintaan yang meningkat inilah yang kemudian mendorong harga emas dunia naik dan ikut mengangkat harga emas Antam di pasar domestik.

Potensi Penguatan Masih Terbuka

Sejumlah analis memperkirakan tren kenaikan harga emas masih berpeluang berlanjut dalam jangka pendek.

Jika ketegangan geopolitik di T imur Tengah terus meningkat dan harga minyak tetap berada di level tinggi, harga emas global berpotensi menembus level baru. Kondisi tersebut tentu akan berdampak langsung terhadap harga emas Antam di dalam negeri.

Dengan situasi global yang masih diliputi ketidakpastian, emas diperkirakan tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang paling dicari oleh investor dalam beberapa waktu ke depan.*

 

Lonjakan harga emas dunia di tengah ketegangan Timur Tengah membuka peluang harga emas Antam menembus Rp3,2 juta per gram. Investor global mulai memburu aset aman.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News