RIWARA.id – Badan Gizi Nasional (BGN) membuat terobosan baru dalam penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencegah terjadinya keracunan makanan. Inovasi baru tersebut berupa MBG prasmanan.
Pada Senin 5 Oktober 2026, BGN melakukan uji coba pelaksanaan MBG prasmanan di 64 sekolah yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Dalam MBG prasmanan, makanan yang masih hangat dibawa ke sekolah dan dibagikan secara langsung di kelas kepada penerima manfaat atau siswa.
“Per tanggal 5 Oktober ini kami melakukan piloting (uji coba) MBG prasmanan di lebih dari 60 sekolah. Jadi, makanan yang masih hangat dibawa ke kelas kemudian dibagikan secara langsung. Kami meminta doa dan dukungannya agar pelaksanaan MBG prasmanan ini bisa lebih luas lagi,” ujar Kepala BGN, Sudaryono, yang dikutip Riwara.id dari video di akun Instagram pribadinya @sudaru_sudaryono, Selasa 6 Oktober 2026.
Ia berharap dengan konsep baru tersebut, makanan bisa lebih enak dan lebih fresh karena dapat memangkas waktu saat pemorsian makanan. Makanan bisa lebih cepat dinikmati penerima manfaat dalam kondisi segar, setidaknya 2 jam setelah proses memasak selesai. Upaya itu diharapkan bisa mengurangi risiko kerusakan makanan yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Namun, dalam pelaksanaan MBG prasmanan ini membutuhkan kerja sama dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan pihak sekolah. Dalam pembagian makanan, para siswa dilibatkan secara langsung sebagai bagian dari edukasi. Siswa dapat belajar pembagian MBG prasmanan yang dilakukan dengan bergotong-royong dan disiplin, sesuai SOP penyajian MBG.
Inovasi baru dalam pelaksanaan MBG ini juga merupakan bagian dari evaluasi dan pembenahan tata kelola distribusi makanan, agar standar higienitas serta kesehatannya tetap terjaga. MBG prasmanan ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk ikut menentukan porsi atau jenis menu yang disukai, untuk mengurangi sisa makanan yang terbuang.
“Dalam MBG prasmanan ini yang dilatih adalah dapur (SPPG) dan sekolahnya, karena yang melayani adalah siswa dengan sistem piket seperti konsep makan siang di Jepang. Sejauh ini, dari laporan yang saya terima, tingkat kehabisan makanannya bagus sehingga dapat menekan food waste (sampah makanan),” jelas Sudaryono.
BGN membuat inovasi baru dalam penyediaan MBG untuk mencegah terjadinya keracunan makanan, yaitu dengan MBG prasmanan.