PB XIV Siapkan Tempat Tinggal, Revitalisasi Kawasan Karaton Surakarta Dikebut

Selasa, 06 Oktober 2026 | 00:34 WIB
Sri Susuhunan Pakubuwono XIV
Sri Susuhunan Pakubuwono XIV (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

SOLO, Riwara.id — Sri Susuhunan Pakubuwono XIV mulai menyiapkan tempat tinggal sekaligus menata kawasan yang akan menjadi bagian dari aktivitasnya sebagai raja Karaton Surakarta Hadiningrat. Revitalisasi kawasan tersebut akan dilakukan beriringan dengan perhatian pemerintah terhadap pelestarian warisan budaya Karaton Surakarta.

Hal itu disampaikan Eddy Wirabhumi, salah satu anggota Tim Hukum Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta Hadiningrat, saat ditemui media di Bangsal Smorokoto, Karaton Surakarta, Senin (5/10/2026) malam.

Menurut Eddy, PB XIV telah mempertimbangkan secara mendalam mengenai tempat tinggalnya. Rencana tersebut sekaligus berkaitan dengan upaya revitalisasi kawasan yang sebelumnya dinilai cukup memprihatinkan.

“Untuk tinggal, beliau sudah mempertimbangkannya dengan mendalam. Beliau akan tinggal di kawasan tersebut. Oleh karena itu, di dalam revitalisasi kawasan itu kita akan sharing dengan pemerintah,” ujar Eddy.

Eddy mengatakan keluarga besar Karaton Surakarta menyambut positif langkah pemerintah melakukan revitalisasi. Menurutnya, upaya tersebut nantinya dapat berjalan berdampingan dengan revitalisasi yang

dilakukan pihak Karaton.

Revitalisasi Dimulai Secepatnya

Eddy Wirabhumi salah satu anggota Tim Hukum Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta Hadiningrat
Eddy Wirabhumi salah satu anggota Tim Hukum Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta Hadiningrat (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

Eddy menegaskan revitalisasi kawasan tersebut ditargetkan segera dimulai. Bahkan, sejumlah pekerjaan persiapan disebut telah dijadwalkan mulai dilakukan.

“Intinya secepat mungkin dimulai. Bahkan besok pagi sudah mulai dilakukan pembersihan di beberapa kawasan, mulai membongkar beberapa bangunan, dan mulai memindahkan barang-barang dari museum,” katanya.

Pemindahan koleksi dilakukan karena terdapat bagian museum yang akan ditata kembali. Barang-barang di dalamnya perlu diamankan selama proses revitalisasi berlangsung.

Kondisi kawasan tersebut sebelumnya juga telah mendapat perhatian Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat melakukan peninjauan.

Eddy berharap revitalisasi dapat dikerjakan secara serius dan cepat.

“Insyaallah kalau kita kerja serius, dua hari nanti sudah selesai,” ujarnya.

Karaton Tak Hanya Jadi Bangunan, tetapi Pusat Wisata Budaya

Eddy menjelaskan, penataan kawasan tidak semata-mata ditujukan sebagai tempat tinggal. Kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem wisata budaya Karaton Surakarta.

Menurut dia, konsep pemanfaatannya dapat dikombinasikan antara ruang yang bersifat terbatas dengan area yang dapat dikunjungi masyarakat.

“Saya rasa bisa dikombinasikan. Karena itu cukup besar, dan memang spiritnya bisa menjadi wisata budaya, tempat orang juga belajar kebudayaan,” katanya.

Ia menyebut akses masyarakat nantinya dapat diatur dengan konsep wisata minat khusus. Pengunjung yang memasuki kawasan tertentu dapat diwajibkan mengenakan pakaian yang sesuai dan didampingi pemandu.

Dengan konsep tersebut, kawasan tidak sekadar menjadi destinasi wisata umum, tetapi juga ruang edukasi untuk mengenal tradisi, tata nilai, dan kebudayaan Karaton Surakarta.

Eddy: Pemerintah Mulai Memperhatikan Warisan Karaton

Dalam kesempatan tersebut, Eddy juga menilai perhatian pemerintah terhadap warisan Karaton Surakarta menjadi perkembangan positif.

Ia menyebut, meskipun status daerah istimewa belum dikembalikan, pemerintah dinilai mulai mengingat kembali peran dan jasa Karaton dalam perjalanan sejarah bangsa.

Menurut Eddy, salah satu bentuk perhatian tersebut terlihat dari upaya pelestarian warisan budaya, termasuk digitalisasi.

“Mudah-mudahan itu menjadi sinyal positif mulainya perhatian negara melalui pemerintah, khususnya terhadap kerja-kerja pelestarian,” katanya.

Menurutnya, keberadaan warisan budaya Karaton Surakarta yang masih relatif besar menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan sejarah dan kebudayaan Indonesia.

Sehari Sebelumnya, PB XIV Pimpin Haul PB XII

PB XIV Pimpin Haul PB XII yang ke 18 di Sitihinggi Minggu 4 oktober 2026
PB XIV Pimpin Haul PB XII yang ke 18 di Sitihinggi Minggu 4 oktober 2026 (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

Pernyataan Eddy disampaikan sehari setelah Karaton Surakarta menggelar Haul ke-18 Sinuhun Pakubuwono XII, Minggu (4/10/2026).

Haul digelar di Siti Hinggil Karaton Surakarta dan dipimpin langsung oleh Sri Susuhunan Pakubuwono XIV, yang sebelumnya bergelar KGPH Hangabehi.

Momentum haul tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian penghormatan terhadap PB XII sekaligus mempertemukan keluarga besar Karaton, sentana, abdi dalem, serta masyarakat dalam kegiatan yang sarat nilai sejarah dan budaya.

Bagi Karaton Surakarta, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda keluarga, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali perjalanan sejarah Karaton dan kontribusinya dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Di tengah proses tersebut, rencana revitalisasi kawasan dan penataan ruang Karaton menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup, terawat, sekaligus dapat dipelajari generasi berikutnya.***

PB XIV siapkan tempat tinggal di kawasan Karaton Surakarta. Eddy ungkap revitalisasi dikebut dan diarahkan menjadi wisata budaya.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories