Tak Disangka! PB XIV Mampir ke Kamis di Sriwedari, Warga Langsung Berebut Foto

Jumat, 25 September 2026 | 03:32 WIB
Tak disangka mampir Sri Susuhunan Pakubuwana XIV saat menyambangi kegiatan Kamis di Sriwedari Solo Kamis 23 September 2026 malam Kehadirannya langsung disambut antusias warga yang berebut mengabadikan momen bersama
Tak disangka mampir Sri Susuhunan Pakubuwana XIV saat menyambangi kegiatan Kamis di Sriwedari Solo Kamis 23 September 2026 malam Kehadirannya langsung disambut antusias warga yang berebut mengabadikan momen bersama (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

 

SOLO, RIWARA.id — Tak ada yang menyangka malam itu Sri Susuhunan Pakubuwana XIV atau PB XIV akan mampir ke tengah-tengah warga yang sedang menikmati hiburan di Kamis di Sriwedari. Kedatangan sang raja Karaton Surakarta secara spontan langsung mencuri perhatian masyarakat yang berada di kawasan tersebut.

Sejumlah warga bahkan antusias mendekat untuk menyapa dan mengabadikan momen bersama PB XIV. Suasana yang semula berlangsung santai dengan iringan musik Kidung Riang mendadak menjadi lebih hidup ketika PB XIV hadir di tengah masyarakat.

Momen spontan itu terjadi pada Kamis malam, 23 September 2026, saat kegiatan Kamis di Sriwedari berlangsung di kawasan depan Gapura Sriwedari, Solo. Kehadiran PB XIV sekaligus menjadi kejutan tersendiri bagi warga yang sedang menikmati ruang publik dan pertunjukan seni budaya.

Awalnya Hendak Nonton Wayang Orang

Sri Susuhunan Pakubuwana XIV saat menyambangi kegiatan Kamis di Sriwedari bersama Band Kidung Riang
Sri Susuhunan Pakubuwana XIV saat menyambangi kegiatan Kamis di Sriwedari bersama Band Kidung Riang (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

Kedatangan PB XIV ke lokasi ternyata bukan bagian dari agenda yang direncanakan sebelumnya.

Braj Lung Ayu, adik sepupu PB XIV, mengungkapkan bahwa Sri Susuhunan Pakubuwana XIV sebenarnya hendak menyaksikan pertunjukan wayang orang.

Namun, saat melintas di kawasan Sriwedari, PB XIV melihat kegiatan Kamis di Sriwedari sedang berlangsung. Sang raja kemudian memutuskan untuk mampir sejenak.

“Acara ini sebenarnya dadakan. Kebetulan Sinuwun kepengin nonton wayang orang, kemudian pas lewat ternyata ada acara Kamis di Sriwedari, jadi sekalian mampir,” ujar Braj Lung Ayu saat ditemui di lokasi, Kamis (23/9/2026) malam.

Kedatangan yang spontan itu justru menciptakan suasana yang berbeda. Warga yang berada di lokasi langsung menyambut PB XIV dengan antusias.

Tak sedikit masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama. Interaksi berlangsung dalam suasana santai, jauh dari kesan acara resmi.

PB XIV Disambut Kepala Disbudpar Solo

PB XIV disambut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar Kota Surakarta Maretha Dinar Cahyono SE MM
PB XIV disambut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar Kota Surakarta Maretha Dinar Cahyono SE MM (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

Dalam kunjungannya tersebut, PB XIV disambut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta Maretha Dinar Cahyono, S.E., M.M.

Kehadiran PB XIV di tengah kegiatan Kamis di Sriwedari juga menjadi perhatian masyarakat karena kegiatan tersebut memang dikemas sebagai ruang publik yang menghadirkan seni, musik, dan kebudayaan bagi warga.

Malam itu, panggung hiburan dihidupkan oleh Kidung Riang, kelompok musik yang dikenal membawakan lagu-lagu nostalgia dan tembang kenangan, termasuk karya-karya populer dari grup legendaris Koes Plus.

Perpaduan antara musik nostalgia, suasana ruang publik, dan kehadiran PB XIV membuat malam di Sriwedari terasa semakin istimewa.

PB XIV Apresiasi Kamis di Sriwedari

Sri Susuhunan Pakubuwana XIV saat menyambangi kegiatan Kamis di Sriwedari Solo Kamis 23 September 2026 malam
Sri Susuhunan Pakubuwana XIV saat menyambangi kegiatan Kamis di Sriwedari Solo Kamis 23 September 2026 malam (Foto: Inung R Sulistyo)

 

Dalam kesempatan tersebut, PB XIV memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atas penyelenggaraan Kamis di Sriwedari.

Kegiatan yang digelar secara rutin setiap Kamis malam tersebut dinilai menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk menikmati seni dan kebudayaan secara terbuka.

Bagi PB XIV, keberadaan ruang-ruang kebudayaan seperti itu penting untuk terus dirawat agar masyarakat, khususnya generasi muda, tetap memiliki kedekatan dengan kebudayaan.

PB XIV juga mengajak masyarakat Solo untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya adiluhung yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Pesan tersebut disampaikan dalam suasana yang cukup unik. Bukan dari panggung seremoni besar, melainkan ketika PB XIV hadir langsung di tengah warga yang sedang menikmati hiburan malam.

Dari Raja, Musik, hingga Warga yang Berebut Foto

Warga berusaha mengabadikan momen ketika Sri Susuhunan Pakubuwana XIV
Warga berusaha mengabadikan momen ketika Sri Susuhunan Pakubuwana XIV (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

Kehadiran PB XIV malam itu memperlihatkan sisi lain dari ruang kebudayaan di Kota Solo.

Sriwedari tidak hanya menjadi tempat masyarakat menyaksikan pertunjukan seni dan musik. Kawasan tersebut juga menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat dengan tokoh budaya dalam suasana yang lebih cair.

Ketika Kidung Riang mengalunkan lagu-lagu nostalgia, warga menikmati suasana malam bersama keluarga dan komunitas. Kemudian kedatangan PB XIV secara spontan membuat perhatian masyarakat beralih.

Kamera ponsel pun bermunculan. Warga berusaha mengabadikan momen ketika Sri Susuhunan Pakubuwana XIV berada di tengah mereka.

Tidak ada persiapan panjang. Tidak ada agenda besar yang dirancang khusus.

Hanya sebuah kunjungan spontan karena PB XIV hendak menonton wayang orang, kemudian melihat keramaian Kamis di Sriwedari dan memutuskan untuk mampir.

Justru dari momen sederhana itulah tercipta suasana yang begitu dekat antara Karaton Surakarta dan masyarakat.

Bagi warga yang malam itu berada di Sriwedari, kedatangan PB XIV tentu menjadi pengalaman yang tidak setiap hari mereka dapatkan: menikmati musik nostalgia, kemudian tiba-tiba bisa berfoto bersama raja Karaton Surakarta.*

PB XIV tiba-tiba mampir ke Kamis di Sriwedari Solo. Warga langsung antusias berebut foto, sementara PB XIV apresiasi Pemkot dan ajak lestarikan budaya.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories