Proyek Revitalisasi Karaton Surakarta Hadiningrat Dimulai, Ini Dia 13 Titik yang Menjadi Fokus Utama

Rabu, 23 September 2026 | 20:28 WIB
Proyek Revitalisasi Karaton Surakarta Hadiningrat Dimulai Rabu 23 September 2026, Peresmian Dilakukan Secara Langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon
Proyek Revitalisasi Karaton Surakarta Hadiningrat Dimulai Rabu 23 September 2026, Peresmian Dilakukan Secara Langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon (Foto: Riwara.id/Inung R Sulistyo)

RIWARA.id – Program revitalisasi di Karaton Surakarta Hadiningrat resmi dimulai pada Rabu 23 September 2026. Peresmian dimulainya revitalisasi Karaton Surakarta dilakukan secara langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Program revitalisasi ini bertujuan mengembalikan kawasan keraton mendekati aslinya, memelihara cagar budaya nasional, serta menjadikannya pusat kegiatan budaya dan destinasi unggulan di Kota Surakarta dan Provinsi Jawa Tengah.

Selain itu, program revitalisasi juga bertujuan menghidupkan kembali Karaton Surakarta sebagai pusat tradisi dan kegiatan kebudayaan. Proram ini juga bisa untuk pengembangan wisata terpadu seperti wisata budaya, sejarah, religi, hingga kuliner.

“Kami mewakili keluarga besar trah Dinasti Mataram Surakarta memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada pemerintah Indonesia, melalui Menteri Kebudayaan yang sudah berkenan merevitalisasi Karaton Surakarta,” tutur Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari, saat memberikan sambutan dalam pencanangan dimulainya revitalisasi Karaton Surakarta Hadiningrat, Rabu 23 September 2026.

GKR Koes Moertiyah Wandansari yang akrab disapa Gusti Moeng ini mengungkapkan jika bangunan Karaton Surakarta kini sudah berumur 281 tahun. Sebelumnya, program revitalisasi dilakukan pada 40 tahun lalu dan hanya di bagian Sasana Sumewa atau Pagelaran.

“Semoga revitalisasi ini bisa menjadikan Karaton sebagai destinasi wisata di Surakarta dan Jawa Tengah. Ke depan kami berharap, upaya ini bisa mendatangkan devisa, serta menambah penghasilan bagi Karaton untuk perawatan bangunan yang membutuhkan biaya sangat besar,” jelas Gusti Moeng.

Ia menyebut saat ini Karaton Surakarta Hadiningrat masih menjadi rujukan pusat kebudayaan hingga tingkat dunia. Tak hanya itu, Karaton Surakarta juga berjasa bagi Indonesia karena PB XII menjadi raja pertama di Nusantara yang menggabungkan wilayah kerajaan ke dalam Republik Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Meresmikan Dimulainya Proyek Revitalisasi Karaton Surakarta Hadiningrat Secara Simbolis
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Meresmikan Dimulainya Proyek Revitalisasi Karaton Surakarta Hadiningrat Secara Simbolis (Foto: Riwara.id/Inung R Sulistyo)

13 Titik Lokasi Revitalisasi

Dalam peresmian proyek itu, Dirjen Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, saat memberikan sambutannya mengatakan ada 13 titik lokasi yang akan direvitalisasi.

Titik tersebut adalah Pagelaran, Siti Hinggil, Museum Karaton, Kasentanan, Panti Pidono, Keraton Kilen, Keputren, Dalem Ageng, Kawasan Kamandungan, Bangsal Pradonggo, Sasono Handrawina, Panggung Sangga Buwana, serta Kawasan Keraton Kilen.

“Revitalisasi yang dilakukan berupa perbaikan fisik bangunan dan struktur, konservasi museum, penataan ruang pamer, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia. Program ini akan dikerjakan 24 jam sehari. Jadi, kami berharap ada kerja sama yang solid dari semua pihak agar revitalisasi berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Pelaksanaan proyek revitalisasi Karaton Surakarta Hadiningrat resmi dimulai pada Rabu 23 September 2026. Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories