RIWARA.id – Seiring perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan pun ikut berkembang dengan pesat. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap potensi besar Nanomaterial Dua Dimensi (2D) sebagai material di masa depan untuk berbagai aplikasi biomedikal.
Aplikasi di bidang medis itu mulai dari penghantaran obat, rekayasa jaringan, hingga terapi kanker. Nanomaterial 2D ini super tipis dan bahkan bisa setipis satu lapisan atom. Material ini juga memiliki luas permukaan sangat tinggi, sehingga dapat berinteraksi lebih efektif dengan biomolekul dan sel.
Hasil riset tersebut disampaikan Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sistem Nanoteknologi BRIN, Andri Hardiansyah, dalam Workshop on 2D Functional Materials for Energy, Environment, and Health Applications pada April lalu.
Ia menjelaskan meskipun saat ini pemanfaatan material itu masih dalam tahap laboratorium dan publikasi ilmiah, sejumlah riset menunjukkan jika nanomaterial 2D mampu meningkatkan proliferasi sel, mendorong diferensiasi sel, mendukung sistem dalam penghantaran obat (drug delivery), rekayasa jaringan (tissue engineering), hingga terapi kanker.
Namun, Andri menegaskan bahwa tantangan utama dalam pengembangan material biomedis adalah aspek biokompatibilitas dan potensi toksisitas (racun). Material yang akan bersentuhan langsung dengan sistem biologis manusia harus aman agar tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.
“Kalau hanya digunakan untuk penggunaan luar, materialnya mungkin bersifat toksik tidak apa-apa. Tapi kalau biomaterial tidak bisa sembarangan, karena kita tidak ingin ada kejadian jika materialnya bersifat toksik ke dalam tubuh,” tutur Andri yang dikutip Riwara.id dari laman brin.go.id, Rabu 12 Agustus 2026.
Andri menambahkan peluang riset di bidang ini masih terbuka luas, terutama untuk pengembangan safer design, material hibrida, personalized nanomedicine, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk meningkatkan akurasi dalam terapi kanker.
Cara Kerja Nanomaterial 2D
Nanomaterial ini bisa menempel dan berinteraksi langsung dengan sel tubuh. Material ini didesain khusus sehingga bisa membawa obat ke sel target, melepaskan obat secara terkontrol, serta membantu proses perbaikan jaringan.
Nanomaterial 2D membuka peluang baru dalam dunia medis karena mampu berinteraksi lebih efektif dengan sel dan biomolekul, sehingga berpotensi merevolusi terapi kanker dan sistem penghantaran obat di masa depan.
Saat ini, material ini masih dalam tahap riset, tetapi berpotensi besar dalam pengobatan yang lebih personal, terapi kanker lebih akurat, serta bisa dikombinasikan dengan AI. Inovasi ini bisa menjadi kunci pengobatan yang lebih efektif dan aman di masa depan.
BRIN mengungkap potensi besar Nanomaterial 2D sebagai material di masa depan untuk berbagai aplikasi biomedikal, salah satunya terapi kanker.