17 Sekolah Nasional Terintegrasi Resmi Beroperasi, Apa Bedanya dengan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda? Ini Penjelasannya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:51 WIB
Sebanyak 17 SNT Resmi Beroperasi di Tahun Ajaran 2026 2027 dengan 1.360 Siswa
Sebanyak 17 SNT Resmi Beroperasi di Tahun Ajaran 2026 2027 dengan 1.360 Siswa (Foto: Instagram.com/@bakom.ri)

RIWARA.id – Sebanyak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) resmi beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah tersebut tersebut berada di berbagai wilayah Indonesia mulai dari Aceh, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, hingga Maluku Utara.

Jumlah angkatan pertama SNT tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 1.360 siswa, yang didampingi 17 kepala sekolah, serta 204 guru dan tenaga pendamping pembelajaran. Sekolah ini bertujuan memperluas akses dan meratakan kualitas pendidikan melalui fasilitas modern, perangkat pembelajaran digital, serta Learning Management System (LMS). Teknologi LMS mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan sesuai perkembangan zaman.

SNT juga dirancang untuk meratakan akses dan kualitas pendidikan melalui sekolah terpadu yang modern dan gratis bagi siswa. Program ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas dan melahirkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Perbedaan dengan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda

Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @bakom.ri, Rabu 12 Agustus 2026, SNT berbeda dengan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda. Sekolah Rakyat bertujuan memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Sekolah Unggul Garuda bertujuan mengembangkan talenta di bidang sains, teknologi, dan kepemimpinan.

Sementara, SNT mendorong pemerataan mutu pendidikan sekaligus pengembangan potensi siswa dan sekolah di sekitarnya. SNT bukan sekolah berasrama dan siswa tetap tinggal bersama keluarga. Mereka belajar di sekolah setiap hari.

SNT dirancang sebagai model pendidikan yang mengintegrasikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu sistem tata kelola, pembelajaran, pengembangan talenta, serta penjaminan mutu yang berkesinambungan.

SNT menyediakan fasilitas dan sumber belajar yang lengkap dan memadai yang didukung Teaching and Learning Center, sebagai pusat pengembangan Kurikulum Nasional dengan pendekatan Pembelajaran mendalam berbasis STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sports).

SNT dapat berperan sebagai katalisator dan rujukan bagi sekolah lain di sekitarnya dalam hal sistem pembelajaran, pengelolaan SDM, dan pemanfaatan fasilitas bersama. SNT dibuka untuk tingkat awal di Kelas 7 (SMP) dan kelas 10 (SMA).

Seleksi masuk SNT bersifat inklusif dan berbasis prestasi (akademik/non-akademik) di bidang Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, Sports yang telah dikurasi Puspresnas. Seleksi juga menggunakan SIMT (Sistem Informasi Manajemen Talenta) serta prestasi nonakademik yang fokus pada kepemimpinan dan organisasi.

SNT ini diprioritaskan untuk calon murid yang berdomisili di kabupaten/kota yang sama dengan lokasi sekolah. Calon murid juga berasal dari keluarga menengah ke bawah dengan tetap berlandaskan prestasi akademik dan nonakademik.

Sebanyak 17 SNT resmi beroperasi pada tahun ajaran 2026 2027. Ada 1.360 siswa, 17 kepala sekolah, serta 204 guru dan tenaga pendamping pembelajaran.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories