Lompatan Alutsista TNI AL: Pemotongan Baja Pertama Kapal Selam Scorpène Evolved Dimulai di Surabaya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:20 WIB
Ilustrasi kapal selam ScorpeneEvolved dibuat dengan bantuan Chat GPT
Ilustrasi kapal selam ScorpeneEvolved dibuat dengan bantuan Chat GPT (Foto: Ari Kristyono)

 

RIWARA.id – Indonesia resmi memulai tahap konstruksi fisik kapal selam Scorpène Evolved Full LiB pertamanya di galangan kapal PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur.

 

sperti diberitakan Turdef, kepastian pembangunan armada tempur bawah air tersebut ditandai melalui upacara pemotongan baja pertama (first steel-cutting) yang berlangsung pada 7 Agustus 2026.

Momen historis ini menandai transisi penting dari tahap perancangan, pelatihan, dan kualifikasi produksi menuju proses konstruksi aktif kapal selam operasional TNI Angkatan Laut.

Program kapal selam Scorpène Republik Indonesia mencakup pengadaan dua unit kapal selam canggih hasil kerja sama strategis dengan produsen asal Prancis, Naval Group.

Kontrak yang ditandatangani pada Maret 2024 tersebut telah berlaku efektif sejak Juli 2025, dengan target pengiriman unit pertama pada 2032 dan unit kedua menyusul pada 2033.

Pembangunan unit kapal selam kedua dijadwalkan menyusul dan dimulai pada 2027 mendatang di fasilitas perakitan kapal yang sama.

Skop industri proyek pertahanan ini tidak sekadar merakit bagian yang diproduksi di luar negeri, melainkan memberi peran penuh kepada PT PAL Indonesia dalam pembuatan pressure hull.

Bahkan, PT PAL memegang tanggung jawab penuh atas instalasi peralatan, integrasi sistem mekanik dan listrik, perakitan sistem senjata, hingga pengujian akhir di laut.

Pengalaman PT PAL sebelumnya dalam merakit KRI Alugoro—kapal selam ketiga kelas Nagapasa—menjadi modal berharga untuk mengemban mandat penuh dalam proyek Scorpène Evolved ini.

Guna mendukung kemandirian industri pertahanan nasional, Naval Group menerjunkan sekitar 50 ahli ke Indonesia untuk melatih lebih dari 400 insinyur lokal.

Sebanyak 20 personel PT PAL bahkan telah menyelesaikan pelatihan spesialis di Cherbourg, Prancis, mencakup teknik pengelasan pressure hull, pemanasan awal, hingga kontrol kualitas.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa ini merupakan kapal selam pertama yang dibangun sepenuhnya di dalam negeri dari nol.

Direktur Utama PT PAL Kaharuddin Djenod menambahkan bahwa sasaran jangka panjang proyek ini adalah membangun kapabilitas mandiri agar Indonesia mampu merancang kapal selamnya sendiri.

Kapal selam Scorpène Evolved sepanjang 72 meter ini memiliki bobot permukaan 1.600 hingga 2.000 ton, kecepatan menyelam melebihi 20 knot, serta mampu menyelam hingga kedalaman lebih dari 300 meter.

Alutsista modern yan g diawasi 31 awak ini dilengkapi enam tabung peluncur dengan kapasitas angkut hingga 18 torpedo atau rudal jelajah anti-kapal.

Keunggulan utama kapal ini terletak pada penggunaan arsitektur baterai lithium-ion penuh (Full LiB) yang memungkinkan daya jelajah hingga 80 hari dan ketahanan menyelam lebih dari 12 hari tanpa muncul ke permukaan. (*)

 

Indonesia resmi mulai bangun kapal selam Scorpène Evolved Full LiB pertama di PT PAL Surabaya. Target kirim unit pertama pada 2032!

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories