RIWARA.id – Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Tentera Laut Iran secara terbuka mengonfirmasi penempatan armada kapal selam kecil kelas Ghadir di Selat Hormuz dalam status siaga tempur tertinggi.
Langkah Tehran ini memicu kekhawatiran global akan meletusnya konfrontasi bersenjata di bawah laut pada jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia tersebut.
Komandan Tentera Laut Iran, Laksamana Muda Shahram Irani, menyatakan bahwa kapal selam buatan lokal yang dijuluki "Ikan Lumba-Lumba Teluk Parsi" ini telah berada di posisi operasional strategis.
Dikutip dari Defense Security Asia, pengerahan ini didasarkan pada penilaian ancaman saat ini dan bertujuan memperkuat doktrin peperangan asimetris Iran di rantau Teluk Parsi.
Pengumuman ini membawa implikasi strategis global yang sangat serius. Mengingat hampir 20 hingga 21 persen pengiriman minyak dunia melewati Selat Hormuz, gangguan operasional sekecil apa pun oleh kapal selam Iran dipastikan mampu memicu ketidakpastian pasar energi global serta mobilisasi militer dari berbagai negara yang berkepentingan menjaga arus lalu lintas perdagangan.
Media pemerintah Iran secara serentak menggambarkan penempatan kelas Ghadir sebagai simbol pencegahan pasca-kehilangan kapal pemusnah Dena awal tahun ini.
Kapal-kapal selam tersebut dilaporkan "bersedia untuk menembak" dan mampu melakukan operasi pengawasan dasar laut dalam jangka waktu panjang, memanfaatkan fitur siluman mereka untuk tetap tak terdeteksi radar maupun sonar musuh.
Pihak berwenang Iran menegaskan keazaman mereka untuk mempertahankan kemampuan penafian laut berlapis di koridor maritim tersebut.
Doktrin militer Iran memang mengandalkan aset bawah laut kecil yang tersebar untuk menciptakan ketidakpastian operasional dan menekan komandan angkatan laut asing, khususnya kelompok kapal induk Amerika Serikat, dengan taktik serangan mendadak di perairan dangkal yang padat gangguan akustik. (*)
Iran siagakan kapal selam siluman Ghadir di Selat Hormuz. Dunia siaga tempur bawah laut di jalur minyak paling kritis. Simak detailnya di RIWARA.id.