Mengenal 'Scorpene Evolved': Mengapa Kapal Selam Baru RI Jadi 'Mimpi Buruk' di Laut Dalam?

  • Ari Kristyono
  • Kamis, 02 April 2026 | 09:47 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono
Ilustrasi kapal selam ScorpeneEvolved dibuat dengan bantuan Chat GPT
Ilustrasi kapal selam ScorpeneEvolved dibuat dengan bantuan Chat GPT (Foto: Ari Kristyono)

 

RIWARA.id – ALUTSISTA. Kontrak pembangunan dua unit kapal selam Scorpene Evolved antara PT PAL Indonesia dan Naval Group Prancis resmi menjadi sorotan dunia.

Bukan sekadar belanja alutsista biasa, kapal selam yang akan dibangun di Surabaya ini membawa teknologi mutakhir yang belum pernah dioperasikan negara mana pun di kawasan: Full Lithium-Ion Battery (LIB).

Lompatan Teknologi: Tanpa Suara, Bertahan Lebih Lama

Selama puluhan tahun, kapal selam diesel-elektrik bergantung pada baterai timbal-asam (lead-acid) yang berat dan butuh pengisian daya yang sering (proses snorkeling).

Namun, Scorpene Evolved milik TNI AL akan menggunakan teknologi Lithium-Ion yang jauh lebih ringan dan padat energi.

Keunggulannya? Kapal ini mampu menyelam lebih lama tanpa perlu sering muncul ke permukaan untuk mengisi baterai. Dalam peperangan bawah laut, "siluman" sejati adalah dia yang paling lama bersembunyi di kegelapan tanpa suara.

Teknologi ini membuat Scorpene Indonesia memiliki daya tahan (endurance) hingga 80 hari di laut, sebuah angka yang sangat impresif untuk kapal selam non-nuklir.

Kecepatan dan Pengisian Daya Kilat

Berdasarkan data teknis dari Naval Group, baterai Lithium-Ion memungkinkan kapal selam untuk berakselerasi lebih cepat dalam waktu singkat.

Ini krusial saat kapal harus menghindari serangan torpedo lawan. Selain itu, proses pengisian daya baterai ini jauh lebih singkat dibandingkan baterai konvensional, sehingga meminimalisir waktu kapal berada dalam posisi rentan di permukaan.

Mengapa Tetangga Harus Waspada?

Kehadiran Scorpene Evolved akan mengubah peta kekuatan maritim di Asia Tenggara. Jika dibandingkan dengan kapal selam kelas Collins milik Australia atau kelas Archer Singapura, teknologi LIB pada Scorpene RI memberikan keunggulan dalam hal taktis bawah air yang lebih agile (lincah) dan sulit dideteksi oleh sonar pasif lawan.

Indonesia tidak sekadar membeli barang jadi, tetapi melalui kesepakatan Tr ansfer of Technology (ToT), PT PAL akan membangun kapal ini di dalam negeri. Ini adalah bukti nyata kemandirian industri pertahanan kita dalam menguasai teknologi paling kompleks di dunia militer.

Kesimpulan: Penjaga Gerbang Samudra

Dengan dua unit Scorpene Evolved yang akan memperkuat armada pemukul bawah air, Indonesia menegaskan posisinya sebagai penguasa jalur komunikasi maritim (Sea Lines of Communication). Di era perang modern yang penuh dengan sensor canggih, memiliki "predator" yang benar-benar senyap di kedalaman adalah kunci kedaulatan absolut. (*)

 

Indonesia jadi pengguna pertama Scorpene Evolved Full Lithium-Ion. Simak analisis teknologi kapal selam siluman terbaru milik TNI AL ini.

Foto Editor
Author : Ari Kristyono

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

Topic News