RIWARA.id – Di kedalaman samudra yang gelap, sebuah predator raksasa milik Angkatan Laut Rusia tengah menjadi pembicaraan hangat para analis militer Barat. Kapal selam Belgorod (K-329) bukan sekadar kapal selam biasa. Dengan panjang mencapai 184 meter—lebih panjang dari lapangan sepak bola—Belgorod adalah kapal selam terpanjang di dunia yang dirancang khusus untuk mengusung satu misi tunggal: membawa "Senjata Kiamat".
Senjata yang dimaksud adalah Poseidon, sebuah torpedo nuklir raksasa seukuran bus sekolah yang diklaim mampu memicu tsunami radioaktif setinggi ratusan meter untuk melenyapkan kota-kota pesisir musuh.
Torpedo Nuklir Berkecepatan Tinggi
Berbeda dengan torpedo konvensional, Poseidon digerakkan oleh reaktor nuklir mini. Hal ini memungkinkannya meluncur di bawah air dengan jarak tempuh yang nyaris tak terbatas dan kecepatan yang sangat tinggi.
"Poseidon sulit dicegat karena ia bergerak di kedalaman yang sangat jauh, di bawah jangkauan sistem pertahanan sonar dan torpedo standar NATO," tulis laporan intelijen yang dikutip dari navalnews.com.
Kapal Induk Bawah Air
Belgorod sendiri berfungsi sebagai "kapal induk" bagi sistem bawah laut lainnya. Selain membawa Poseidon, kapal ini dilengkapi dengan dok khusus untuk kapal selam mini (midget submarine) yang dapat digunakan untuk misi sabotase kabel internet bawah laut atau pemetaan dasar samudra secara rahasia.
Kemampuan Belgorod untuk beroperasi dalam waktu lama tanpa perlu muncul ke permukaan menjadikannya aset intelijen paling berbahaya milik Kremlin. Keberadaannya sering kali hilang dari pantauan satelit, memicu kecemasan di markas besar NATO mengenai posisi pastinya saat ini.
Hanya Gertakan atau Ancaman Nyata?
Meski Rusia sering memamerkan kecanggihan Belgorod, banyak pengamat Barat yang mempertanyakan kesiapan operasional penuh dari sistem Poseidon. Namun, uji coba yang terus dilakukan menunjukkan bahwa Rusia sangat serius mengembangkan kemampuan "serangan kedua" yang tak terhentikan jika terjadi perang nuklir total.
Bagi dunia internasional, Belgorod adalah simbol kembalinya perlombaan senjata bawah laut yang dingin dan mematikan. Sebuah pengingat bahwa di bawah permukaan laut yang tenang, terdapat teknologi yang mampu mengubah wajah peradaban dalam sekejap. (*)
Ari Kristyono




Mengenal Belgorod, kapal selam raksasa Rusia pembawa torpedo nuklir Poseidon yang mampu picu tsunami radioaktif. Simak ancaman militer terbaru 2026.